Hadis tentang Mengelola dan Merawat Bumi Tugas Manusia sebagai Khalifah
Hadis
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الخُدْرِىِّ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ. وَفِى حَدِيثِ ابْنِ بَشَّارٍ لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ. (رواه مسلم: ٧١٢٤)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Sa'id al-Khudri dari Nabi SAW telah bersabda: sesungguhnya dunia itu manis dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian khalifah di dalamnya. Kemudian Allah memperhatikan apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Maka takutilah dunia dan waspadalah terhadap fitnah perempuan, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah perempuan. Sedangkan di dalam Hadis Ibnu Basyar menggunakan kalimat: 'liyandlur kaifa ta'malun. Kemudian Allah memperhatikan apa yang kamu kerjakan. (HR Muslim: 7124)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang Allah SWT memberikan amanah kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk mengelola dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Ungkapan bahwa dunia itu “manis dan hijau” mengisyaratkan keindahan sekaligus potensi sumber daya alam yang harus dijaga, bukan dieksploitasi secara berlebihan. Ditinjau dalam perspektif ekoteologi, hadis ini menegaskan bahwa relasi manusia dengan alam adalah relasi amanah dan ujian moral. Manusia senantiasa mengingat bahwa Allah SWT mengawasi bagaimana mereka bertindak terhadap lingkungan.[2]
Referensi
- Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 8, h. 89.
- Aulia Rakhmat, "Islamic Echoteology: Understanding the Consept of Khalifah and The Ethical Responsibility of The Environtment" dalam Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy, Vol. 3 No. 1 April 2022, h. 1-24.

Komentar 0