40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Mengelola dan Merawat Bumi Tugas Manusia sebagai Khalifah

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الخُدْرِىِّ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ. وَفِى حَدِيثِ ابْنِ بَشَّارٍ لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ. (رواه مسلم: ٧١٢٤)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Sa'id al-Khudri dari Nabi SAW telah bersabda: sesungguhnya dunia itu manis dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kalian khalifah di dalamnya. Kemudian Allah memperhatikan apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Maka takutilah dunia dan waspadalah terhadap fitnah perempuan, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah perempuan. Sedangkan di dalam Hadis Ibnu Basyar menggunakan kalimat: 'liyandlur kaifa ta'malun. Kemudian Allah memperhatikan apa yang kamu kerjakan.  (HR Muslim: 7124)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang Allah SWT memberikan amanah kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi  untuk mengelola dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Ungkapan bahwa dunia itu “manis dan hijau” mengisyaratkan keindahan sekaligus potensi sumber daya alam yang harus dijaga, bukan dieksploitasi secara berlebihan. Ditinjau dalam perspektif ekoteologi, hadis ini menegaskan bahwa relasi manusia dengan alam adalah relasi amanah dan ujian moral. Manusia senantiasa mengingat bahwa Allah SWT mengawasi bagaimana mereka bertindak terhadap lingkungan.[2]

Referensi 

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 8, h. 89.
  2. Aulia Rakhmat, "Islamic Echoteology: Understanding the Consept of Khalifah and The Ethical Responsibility of The Environtment" dalam Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy, Vol. 3 No. 1 April 2022, h. 1-24.

Komentar 0