40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Manfaat Siwak

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS
Caption foto

Hadis

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى - أَوْ عَلَى النَّاسِ - لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ (رواه البخاري: ٨٨٧)

Terjemah Hadis

Hadis dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya aku tidak memberatkan umatku —atau manusia— niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak melaksanakan salat."

Kandungan Hadis

Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah ﷺ adalah bersiwak, terutama ketika hendak melaksanakan salat. Dalam beberapa hadis, Nabi bahkan menyatakan bahwa seandainya tidak memberatkan umatnya, beliau akan memerintahkan siwak setiap kali salat. Beliau juga bersabda bahwa siwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan keridaan Allah.

Siwak umumnya berasal dari batang atau akar pohon arak (Salvadora persica), tanaman yang banyak tumbuh di kawasan Jazirah Arab. Sejak dahulu, siwak digunakan sebagai alat pembersih gigi dan mulut secara alami.

Perkembangan ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa anjuran tersebut memiliki manfaat kesehatan yang besar. Berbagai penelitian menemukan bahwa siwak mengandung senyawa alami yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab plak, radang gusi, bau mulut, dan kerusakan gigi. Selain itu, serat-serat alami pada siwak juga berfungsi membersihkan sela-sela gigi layaknya sikat gigi. Secara medis, kebersihan mulut sangat penting karena mulut merupakan pintu masuk makanan ke dalam tubuh. Sisa makanan yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang memicu berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, menjaga kebersihan mulut bukan hanya berdampak pada kesehatan gigi, tetapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan.[1]

Anjuran Rasulullah ﷺ untuk bersiwak menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari ibadah. Apa yang dahulu dipraktikkan sebagai tuntunan agama, kini semakin dipahami manfaatnya melalui penelitian ilmiah. Hal ini menjadi pelajaran bahwa ajaran Islam tidak hanya membimbing manusia dalam urusan spiritual, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kualitas hidup.

Bagi seorang muslim, siwak bukan sekadar alat pembersih gigi. Ia merupakan simbol kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan ketaatan kepada sunnah Rasulullah ﷺ. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak bahwa banyak ajaran Islam mengandung hikmah yang mendalam bagi kehidupan manusia.
Hadis tentang Manfaat Siwak


[1] Maryam Jamila Arief, Fariani, Muhammad Irsal, dan A. Mumtihannah Mursyid, “Formulasi dan Evaluasi Serum Gigi Ekstrak Etanol Siwak (Salvadora persica L.),” Jurnal Sains dan Kesehatan 5, no. 2 (2023).

Komentar 0