40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Pembelahan Bulan

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Hadis

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ أَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يُرِيَهُمْ آيَةً ، فَأَرَاهُمُ انْشِقَاقَ الْقَمَرِ (رواه البخاري: ٣٦٣٧)

Terjemah Hadis

Hadis dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia menceritakan kepada mereka: Sesungguhnya penduduk Mekkah meminta kepada Rasulullah SAW agar beliau memperlihatkan suatu tanda (mukjizat) kepada mereka, maka beliau pun memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan.

Kandungan Hadis

Peristiwa terbelahnya bulan adalah mukjizat nyata yang dialami Nabi Muhammad SAW, tercatat dalam Al-Qur'an (QS. Al-Qamar [54]: 1–5), diriwayatkan oleh para sahabat seperti Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas ra., Mukjizat ini terjadi sebagai bukti kenabian di hadapan kaum kafir Mekah yang menentang. Karena sifatnya adikodrati, mekanismenya memang tidak bisa diukur dengan hukum alam biasa, kita mengimaninya bukan karena logika semata, melainkan karena Al-Qur'an sendiri yang menegaskannya.

Kisah menarik datang dari David M. Pidcock, seorang warga Inggris yang kelak menjadi pemimpin organisasi Islam di Inggris. Awalnya ia skeptis dan menutup terjemahan Al-Qur'an begitu membaca Surah Al-Qamar. Namun setelah menyaksikan sebuah siaran televisi pada tahun 1978 yang menghadirkan ilmuwan antariksa Amerika dan mengungkap bahwa misi pendaratan di bulan menemukan bekas retakan yang membuktikan bulan pernah terbelah lalu menyatu kembali, ia langsung menyadari kebenaran Al-Qur'an dan memeluk Islam.

Peristiwa terbelahnya bulan bukan sekadar kisah iman, melainkan juga isyarat ilmiah yang kini semakin mendapat perhatian sains modern. Fakta bahwa Al-Qur'an menyebutnya 1.400 tahun silam jauh sebelum manusia mampu menjangkau bulan menjadi bukti kuat bahwa sumbernya adalah wahyu dari Sang Pencipta, bukan rekayasa manusia. Di era sains dan teknologi seperti sekarang, mukjizat semacam ini justru menjadi sarana dakwah yang paling kuat dan relevan.


Komentar 0