Hadis tentang Pembelahan Bulan
Hadis
Terjemah Hadis
Hadis dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia menceritakan
kepada mereka: Sesungguhnya penduduk Mekkah meminta kepada Rasulullah SAW agar
beliau memperlihatkan suatu tanda (mukjizat) kepada mereka, maka beliau pun
memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan.
Kandungan Hadis
Peristiwa terbelahnya bulan adalah mukjizat nyata yang dialami Nabi
Muhammad SAW, tercatat dalam Al-Qur'an (QS. Al-Qamar [54]: 1–5), diriwayatkan
oleh para sahabat seperti Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas ra.,
Mukjizat ini terjadi sebagai bukti kenabian di hadapan kaum kafir Mekah yang
menentang. Karena sifatnya adikodrati, mekanismenya memang tidak bisa diukur
dengan hukum alam biasa, kita mengimaninya bukan karena logika semata,
melainkan karena Al-Qur'an sendiri yang menegaskannya.
Kisah menarik datang dari David M. Pidcock,
seorang warga Inggris yang kelak menjadi pemimpin organisasi Islam di Inggris.
Awalnya ia skeptis dan menutup terjemahan Al-Qur'an begitu membaca Surah
Al-Qamar. Namun setelah menyaksikan sebuah siaran televisi pada tahun 1978 yang
menghadirkan ilmuwan antariksa Amerika dan mengungkap bahwa misi pendaratan di
bulan menemukan bekas retakan yang membuktikan bulan pernah terbelah lalu
menyatu kembali, ia langsung menyadari kebenaran Al-Qur'an dan memeluk Islam.
Peristiwa terbelahnya bulan bukan sekadar
kisah iman, melainkan juga isyarat ilmiah yang kini semakin mendapat perhatian
sains modern. Fakta bahwa Al-Qur'an menyebutnya 1.400 tahun silam jauh sebelum
manusia mampu menjangkau bulan menjadi bukti kuat bahwa sumbernya adalah wahyu
dari Sang Pencipta, bukan rekayasa manusia. Di era sains dan teknologi seperti
sekarang, mukjizat semacam ini justru menjadi sarana dakwah yang paling kuat
dan relevan.

Komentar 0