40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Laut yang Mendidih

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرْكَبُ الْبَحْرَ إِلاَّ حَاجٌّ أَوْ مُعْتَمِرٌ أَوْ غَازٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّ تَحْتَ الْبَحْرِ نَارًا وَتَحْتَ النَّارِ بَحْرًا (رواه أبو داود: ٢٤٩١)


Terjemah Hadis

Hadis dari Abdullah bin Amr, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah seseorang mengarungi lautan kecuali ia seorang yang hendak berhaji, berumrah, atau berperang di jalan Allah, karena sesungguhnya di bawah lautan itu terdapat api dan di bawah api itu terdapat lautan lagi.

Kandungan Hadis

Hadis ini memiliki keterkaitan dengan firman Allah dalam Surah Ath-Thur, ketika Allah bersumpah demi lautan yang menyimpan api di dalamnya.Pada masa turunnya Al-Qur'an, makna ini sulit dipahami oleh masyarakat Arab. Bagi mereka, air dan api adalah dua unsur yang saling bertentangan. Air memadamkan api, sedangkan api menguapkan air. Karena itu, mereka sulit membayangkan bagaimana keduanya dapat berada dalam satu tempat secara bersamaan.

Sebagian ulama kemudian menelaah makna kata masjur dalam bahasa Arab dan menemukan bahwa kata tersebut tidak hanya bermakna "dinyalakan", tetapi juga dapat berarti "dipenuhi" atau "ditahan". Namun, hadis Rasulullah ﷺ memberikan gambaran yang lebih tegas dengan menyebutkan bahwa di bawah lautan terdapat api, dan di bawah api terdapat lautan.

Berabad-abad setelah hadis tersebut disampaikan, penelitian modern mulai mengungkap fakta-fakta tentang dasar laut dan samudra. Para ilmuwan menemukan rangkaian pegunungan vulkanik yang membentang puluhan ribu kilometer di dasar samudra. Dari celah-celah kerak bumi di kawasan ini, magma bersuhu sangat tinggi terus keluar dan membentuk aktivitas vulkanik yang berlangsung hingga saat ini.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa di bawah lautan memang terdapat sumber panas dan aktivitas geologi yang sangat besar. Yang lebih menarik, suhu magma yang sangat tinggi tidak mampu menguapkan seluruh air laut, sementara volume air laut yang sangat besar juga tidak mampu memadamkan aktivitas magma tersebut. Keseimbangan ini menjadi salah satu tanda kebesaran Allah dalam mengatur alam semesta.

Penelitian geologi modern juga menemukan bahwa dasar samudra merupakan wilayah yang sangat aktif. Retakan-retakan besar pada kerak bumi menjadi jalur keluarnya material panas dari bagian dalam bumi. Fenomena ini berperan dalam pembentukan dasar laut dan perubahan permukaan bumi sepanjang sejarah.

Bagi kaum muslimin, fakta-fakta tersebut dapat menjadi bahan renungan terhadap isyarat yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi. Apa yang dahulu sulit dipahami kini mulai dapat dijelaskan melalui perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin dalam manusia mempelajari alam, semakin banyak pula tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat disaksikan.

Karena itu, kajian terhadap ayat-ayat kauniyah dan hadis-hadis yang berbicara tentang alam semesta dapat menjadi sarana untuk memperkuat keimanan sekaligus mendorong semangat menuntut ilmu. Alam bukan hanya objek penelitian, tetapi juga tanda kebesaran Sang Pencipta yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengambil pelajaran.

Semakin banyak rahasia alam yang terungkap, semakin tampak pula betapa luas ilmu Allah dan betapa terbatas pengetahuan manusia. Maka sudah sepantasnya setiap penemuan ilmiah menjadikan manusia semakin bersyukur, semakin rendah hati, dan semakin dekat kepada-Nya.
Hadis tentang Laut yang Mendidih


Komentar 0