Teks Hadis
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى ».(مسلم: ٦٧٥١)
Terjemah Hadis
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zakaria dari asy-Sya'bi Hadis dari an-Nu'man bin Basyir, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi mereka adalah bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakan sakitnya dengan tidak bisa tidur dan demam.
Kandungan Hadis
Hadis ini menggambarkan kuatnya ikatan persaudaraan sesama mukmin dengan mengibaratkannya seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan dampaknya melalui demam dan sulit tidur. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa seorang muslim tidak boleh bersikap acuh terhadap penderitaan saudaranya. Kasih sayang, empati, dan kepedulian sosial merupakan wujud kesempurnaan iman, sehingga setiap mukmin dianjurkan untuk saling membantu, menguatkan, dan meringankan beban sesamanya sebagaimana anggota tubuh saling menopang demi menjaga kesehatan seluruh tubuh.
Dari perspektif sains, hadis ini selaras dengan konsep integrasi organ tubuh dalam ilmu fisiologi. Tubuh manusia bekerja sebagai suatu sistem yang saling terhubung melalui sistem saraf, hormon, dan sistem imun. Ketika satu organ mengalami gangguan atau infeksi, tubuh akan merespons secara menyeluruh, misalnya dengan munculnya demam, rasa lelah, atau gangguan tidur sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh. Selain itu, penelitian dalam bidang psikologi dan neurosains juga menunjukkan bahwa empati merupakan kemampuan biologis yang melibatkan aktivitas jaringan saraf tertentu (mirror neuron system), sehingga manusia secara alami dapat merasakan dan merespons penderitaan orang lain. Dengan demikian, perumpamaan Rasulullah ﷺ tidak hanya mengandung pesan moral tentang pentingnya solidaritas sosial, tetapi juga sejalan dengan pemahaman ilmiah bahwa baik tubuh manusia maupun kehidupan sosial bekerja melalui sistem yang saling terhubung dan saling memengaruhi.
Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology, John E. Hall (Philadelphia: Elsevier, 2021).
The Student's Guide to Cognitive Neuroscience, Jamie Ward (London: Routledge, 2015).
Komentar 0