Hadis tentang Terdapat Obat Penawar di Sayap Lalat
Hadis
Terjemah Hadis
Ubaid bin Hunain, telah mengabarkan kepada kami ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah r.a.
berkata bahwa Nabi SAW bersabda: "Apabila ada seekor lalat jatuh ke dalam
minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah (seluruh tubuhnya),
kemudian buanglah lalat tersebut; karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya
terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat (penawar)."
Kandungan Hadis
Hadis tentang lalat diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, di antaranya
Imam Al-Bukhari, Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu
Hibban, dan Ibnu Khuzaimah. Dalam hadis tersebut Rasulullah saw. bersabda bahwa
apabila seekor lalat jatuh ke dalam bejana minuman, hendaklah ia dibenamkan
seluruhnya lalu diangkat, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan
pada sayap lainnya terdapat penawar.
Para ulama memberikan berbagai penjelasan mengenai makna hadis ini. Ibnu Hajar al-'Asqalani, misalnya, menjelaskan bahwa lalat membawa unsur yang dapat menyebabkan penyakit sekaligus unsur yang menjadi penawarnya. Berdasarkan pemahaman tersebut, sebagian ulama berpendapat bahwa membenamkan lalat dimaksudkan agar unsur penawar ikut keluar sehingga dapat mengimbangi unsur yang membawa penyakit.
Dalam ilmu mikrobiologi modern diketahui bahwa lalat rumah merupakan
serangga yang sering hinggap pada sampah, kotoran, dan bahan organik yang
membusuk. Karena kebiasaannya tersebut, lalat dapat membawa berbagai
mikroorganisme, termasuk bakteri, jamur, virus, maupun parasit yang berpotensi
mencemari makanan dan minuman.
Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan bahwa pada tubuh lalat
terdapat berbagai mikroorganisme lain, termasuk bakteriofag, yaitu virus yang
menginfeksi bakteri tertentu, serta senyawa antimikroba yang menjadi bagian
dari sistem pertahanan alami serangga. Temuan ini menunjukkan bahwa tubuh lalat
memiliki interaksi biologis yang kompleks antara mikroorganisme penyebab
penyakit dan mikroorganisme atau senyawa yang dapat menghambat sebagian
bakteri.[1]
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di dunia Islam
melaporkan bahwa membenamkan lalat ke dalam cairan dapat mengurangi pertumbuhan
beberapa jenis bakteri. Namun, hasil penelitian tersebut masih terbatas, belum
menjadi konsensus ilmiah, dan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua
mikroorganisme yang dibawa lalat dapat dinetralkan dengan cara tersebut. Oleh
karena itu, temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan
metode ilmiah yang lebih luas.
Dalam kondisi normal, prinsip kesehatan masyarakat tetap menganjurkan agar makanan atau minuman yang telah terkontaminasi lalat dijaga kebersihannya dan, apabila terdapat risiko pencemaran yang tinggi, sebaiknya tidak dikonsumsi. Adapun hadis ini dipahami oleh sebagian ulama sebagai petunjuk yang berkaitan dengan kondisi tertentu dan tidak bertentangan dengan prinsip menjaga kesehatan maupun kebersihan yang juga diajarkan dalam Islam.
Bagi kaum muslimin, hadis ini menunjukkan bahwa sabda Rasulullah saw. mengandung hikmah yang dapat terus dikaji seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Penelitian ilmiah dapat menjadi sarana untuk memahami fenomena alam, sementara makna hadis tetap dipahami berdasarkan kaidah ilmu hadis, fikih, dan penafsiran para ulama.
Al-Qur'an menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak berbicara menurut
hawa nafsunya, melainkan berdasarkan wahyu yang Allah turunkan.
"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya. Ucapannya
itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).
Semoga shalawat, salam, dan keberkahan
senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta
seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam.
[1] Xinyu Zhang et al., "Bacteriophage: A Useful Tool for Studying
Gut Bacteria Function of Housefly Larvae, Musca domestica," Microbiology
Spectrum 9, no. 1 (2021)

Komentar 0