Hadis tentang Munculnya Api dari Hijaz yang Menyinari Leher-leher Unta di Bushra
Teks Hadis
Terjemah Hadis
Hadis dari Abu Hurairah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan terjadi hari kiamat hingga keluar api dari tanah Hijaz yang
(cahayanya) menyinari leher-leher unta di Bashra."
Kandungan Hadis
Penelitian
geologi modern pada pertengahan abad ke-20, khususnya melalui proyek pemetaan
geologi Semenanjung Arab, mengungkap fakta ilmiah penting tentang kawasan
Hijaz. Kawasan letusan gunung berapi di sepanjang pesisir barat Jazirah Arab
diperkirakan mencapai luas 180.000 km², separuhnya (sekitar 90.000 km²) berada
di Hijaz dan tersebar dalam tiga belas ladang vulkanik (lava field).
Retakan-retakan di perut bumi beserta ratusan kawah gunung berapi di kawasan
ini dinyatakan masih berstatus aktif hingga sekarang.
Madinah
Al-Munawwarah diapit oleh dua ladang lahar terbesar, yakni ladang Rahth di
selatan dan ladang Khaibar di utara. Ladang Rahth memiliki lebih dari 700 kawah
gunung berapi dan telah mengalami lebih dari 13 kali letusan dalam 5.000 tahun
terakhir, termasuk letusan besar pada tahun 644 M dan 1256 M.² Adapun ladang
Khaibar seluas 20.000 km² mencatat lebih dari 300 gempa ringan pada tahun 2000
saja, mengindikasikan magma yang masih bergerak aktif di bawah permukaannya.
Analisis
ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di Hijaz telah berlangsung
setidaknya sejak sepuluh juta tahun silam, dengan pola letusan yang
berselang-seling dengan fase tenang. Saat ini kawasan tersebut tengah berada
pada fase tenang, namun para ilmuwan meyakini bahwa letusan besar berikutnya
hanya tinggal menunggu waktu.
Fakta-fakta ilmiah ini dipandang sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, "Kiamat tidak akan terjadi sampai munculnya api dari Hijaz yang mampu menyinari leher-leher unta di Bushra (Syiria).
Kesesuaian antara temuan sains modern dan sabda Nabi yang disampaikan lebih dari 14 abad silam ini menjadi salah satu bukti kebenaran kenabian beliau, sekaligus isyarat bahwa wahyu bersumber dari Allah, Sang Pencipta langit dan bumi.

Komentar 0