40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Keutamaan Cuka

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Hadis

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « نِعْمَ الأُدُمُ - أَوِ الإِدَامُ - الْخَلُّ »(رواه مسلم: ٥٤٧١)

Terjemah Hadis

Hadis dari Aisyah, bahwa Nabi SAW bersabda: "Sebaik-baik lauk pauk adalah cuka."

Kandungan Hadis

Rasulullah SAW. menyebut cuka sebagai salah satu lauk yang baik. Hadis ini menunjukkan bahwa makanan yang sederhana pun dapat memiliki nilai dan manfaat apabila dikonsumsi secara bijaksana. Di samping mengajarkan sikap qanaah terhadap makanan yang tersedia, hadis ini juga mendorong umat Islam untuk menghargai nikmat Allah, meskipun tampak sederhana.

Cuka merupakan cairan yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan yang mengandung gula atau pati, seperti anggur, apel, kurma, beras, maupun gandum. Komponen utamanya adalah asam asetat dengan kadar sekitar 4–8 persen, disertai berbagai senyawa organik lain yang memberi cita rasa dan aroma khas.

Dalam ilmu gizi modern, cuka diketahui memiliki beberapa manfaat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam asetat dapat membantu memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan sensitivitas insulin, membantu mengendalikan kadar gula darah setelah makan, serta memberikan rasa kenyang yang dapat mendukung pengelolaan berat badan. Namun, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan tidak menjadikan cuka sebagai pengganti pengobatan medis.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, cuka juga memiliki sifat antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri dalam kondisi tertentu sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengawet makanan dan pembersih alami. Akan tetapi, efektivitasnya sebagai obat untuk berbagai penyakit, seperti asma, alergi, atau infeksi, belum didukung oleh bukti klinis yang memadai.

Karena bersifat asam, konsumsi cuka tetap perlu dilakukan secara proporsional. Mengonsumsi cuka secara berlebihan atau dalam bentuk yang terlalu pekat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan maupun kerusakan email gigi. Oleh sebab itu, para ahli menganjurkan agar cuka dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Bagi kaum muslimin, hadis tentang keutamaan cuka menunjukkan bahwa Rasulullah saw. memberikan teladan dalam menghargai makanan yang sederhana dan tidak berlebihan dalam memilih hidangan. Hadis tersebut juga mengingatkan bahwa makanan yang tampak sederhana dapat memiliki manfaat apabila dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Al-Qur'an menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak berbicara menurut hawa nafsunya, melainkan berdasarkan wahyu yang Allah turunkan.

"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).

Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.



[1] Dwi Ratna Febriani dan Zidni Azizati, "Pembuatan Cuka Alami Buah Salak dan Pisang Kepok Beserta Kulitnya Teknik Fermentasi," Walisongo Journal of Chemistry 1, no. 2 (2018): 72–77.

Komentar 0