Hadis tentang Terapi Pengobatan dengan Bekam
Teks Hadis
Terjemah Hadis
Kandungan Hadis
Bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang telah dikenal sejak peradaban kuno. Dalam bahasa Arab, bekam berarti mengisap atau menyedot, sedangkan orang yang melakukannya disebut hajjam. Prosedur bekam dilakukan dengan menciptakan tekanan negatif pada permukaan kulit menggunakan alat khusus, kemudian pada jenis bekam basah dibuat sayatan kecil agar sejumlah darah dapat dikeluarkan.
Bangsa Arab telah mengenal terapi bekam sejak masa sebelum Islam, kemudian Rasulullah saw. membolehkannya dan beberapa kali mempraktikkannya sebagai salah satu bentuk ikhtiar pengobatan. Dalam perkembangannya, bekam juga dikenal di berbagai wilayah lain dan hingga kini masih digunakan sebagai terapi komplementer untuk beberapa kondisi kesehatan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu mengurangi nyeri pada kondisi tertentu, seperti nyeri otot, nyeri leher, nyeri punggung bawah, dan migrain. Bekam juga diduga dapat memberikan efek relaksasi, memperbaiki sirkulasi darah pada area yang diterapi, serta membantu meningkatkan kualitas hidup pasien pada beberapa kondisi tertentu. Namun, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga bekam tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang telah terbukti efektif.
Dalam beberapa hadis, Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit. Beliau juga menyebut bekam sebagai salah satu bentuk pengobatan yang bermanfaat dan pernah berbekam ketika mengalami keluhan tertentu, seperti sakit kepala dan memar akibat cedera. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk melakukan ikhtiar dalam menjaga kesehatan dengan menggunakan metode pengobatan yang benar dan bermanfaat.
Sebagian riwayat juga menyebutkan bahwa Rasulullah saw. berbekam pada tanggal 17, 19, atau 21 bulan Hijriah. Para ulama umumnya memahami riwayat tersebut sebagai anjuran (istihbab), bukan kewajiban, sehingga bekam dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan medis.
Pada masa Rasulullah, masyarakat masih dipengaruhi berbagai kepercayaan yang mengaitkan penyakit dengan kekuatan gaib, sihir, atau ramalan. Di tengah kondisi tersebut, Islam mengajarkan bahwa penyakit merupakan bagian dari ketetapan Allah dan manusia diperintahkan untuk berusaha mencari pengobatan. Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap penyakit memiliki obat, kecuali penyakit tua. Hadis ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk terus mengembangkan ilmu kedokteran dan mencari pengobatan yang aman serta bermanfaat.
Bagi kaum muslimin, anjuran Rasulullah untuk berobat, termasuk melalui bekam, menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar yang disertai tawakal kepada Allah. Pengobatan yang dilakukan hendaknya tetap mempertimbangkan manfaat, keamanan, serta didasarkan pada pengetahuan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Allah berfirman:
"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).
Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Anshori, Rika Oktaviani, Tia Bella Sunari, Wildatus Sholeha, dan Rohayati Rohayati. 2021. “EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM PADA PASIEN DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH: LITERATUR REVIEW”. Jurnal Mitra Kesehatan 3 (2):63-69.

Komentar 0