40 HADIS SAINS

KTI

أهــــلًا وسهــــلًا

Ketika banyak orang menaruh perhatian besar pada sains dan teknologi, dialog yang menghubungkan keimanan dengan pengetahuan dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memahami ajaran Islam secara rasional sekaligus spiritual. Aplikasi ini yang diberi dengan nama "40 Hadis Sains" mengulas berbagai hadis Nabi ﷺ tentang fenomena alam, fenomena biologis, kesehatan, dan lainnya yang menghubungkan dengan temuan ilmiah modern. Semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin tampak keluasan ilmu Allah dan kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW. Cocok bagi siapa saja yang ingin memperkuat keimanan sekaligus mengasah cara berpikir kritis dan ilmiah.

Foto Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Zayid Abdurrahman

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SAINS

Penyusun: Zayid Abdurrahman

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Terapi Pengobatan dengan Bekam

Disusun oleh: Zayid Abdurrahman (@zayieed) · Bagian dari 40 HADIS SAINS

Teks Hadis

عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرًا عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « إِنْ كَانَ فِى شَىْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ شِفَاءٌ فَفِى شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ لَذْعَةٍ بِنَارٍ ، وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِىَ » (البخاري: ٥٧٠٤)

Terjemah Hadis

Umar bin Qatadah ia berkata: Aku mendengar Jabir meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: "Jika ada kesembuhan pada salah satu obat-obatan kalian, maka itu ada pada sayatan alat bekam atau sengatan (terapi) api, namun aku tidak suka melakukan pengobatan dengan besi panas (kay)."

Kandungan Hadis

Bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang telah dikenal sejak peradaban kuno. Dalam bahasa Arab, bekam berarti mengisap atau menyedot, sedangkan orang yang melakukannya disebut hajjam. Prosedur bekam dilakukan dengan menciptakan tekanan negatif pada permukaan kulit menggunakan alat khusus, kemudian pada jenis bekam basah dibuat sayatan kecil agar sejumlah darah dapat dikeluarkan.

Bangsa Arab telah mengenal terapi bekam sejak masa sebelum Islam, kemudian Rasulullah saw. membolehkannya dan beberapa kali mempraktikkannya sebagai salah satu bentuk ikhtiar pengobatan. Dalam perkembangannya, bekam juga dikenal di berbagai wilayah lain dan hingga kini masih digunakan sebagai terapi komplementer untuk beberapa kondisi kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu mengurangi nyeri pada kondisi tertentu, seperti nyeri otot, nyeri leher, nyeri punggung bawah, dan migrain. Bekam juga diduga dapat memberikan efek relaksasi, memperbaiki sirkulasi darah pada area yang diterapi, serta membantu meningkatkan kualitas hidup pasien pada beberapa kondisi tertentu. Namun, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga bekam tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang telah terbukti efektif.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit. Beliau juga menyebut bekam sebagai salah satu bentuk pengobatan yang bermanfaat dan pernah berbekam ketika mengalami keluhan tertentu, seperti sakit kepala dan memar akibat cedera. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk melakukan ikhtiar dalam menjaga kesehatan dengan menggunakan metode pengobatan yang benar dan bermanfaat.

Sebagian riwayat juga menyebutkan bahwa Rasulullah saw. berbekam pada tanggal 17, 19, atau 21 bulan Hijriah. Para ulama umumnya memahami riwayat tersebut sebagai anjuran (istihbab), bukan kewajiban, sehingga bekam dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan medis.

Pada masa Rasulullah, masyarakat masih dipengaruhi berbagai kepercayaan yang mengaitkan penyakit dengan kekuatan gaib, sihir, atau ramalan. Di tengah kondisi tersebut, Islam mengajarkan bahwa penyakit merupakan bagian dari ketetapan Allah dan manusia diperintahkan untuk berusaha mencari pengobatan. Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap penyakit memiliki obat, kecuali penyakit tua. Hadis ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk terus mengembangkan ilmu kedokteran dan mencari pengobatan yang aman serta bermanfaat.

Bagi kaum muslimin, anjuran Rasulullah untuk berobat, termasuk melalui bekam, menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar yang disertai tawakal kepada Allah. Pengobatan yang dilakukan hendaknya tetap mempertimbangkan manfaat, keamanan, serta didasarkan pada pengetahuan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Allah berfirman:

"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm [53]: 3–4).

Semoga shalawat, salam, dan keberkahan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.


  Anshori, Rika Oktaviani, Tia Bella Sunari, Wildatus Sholeha, dan Rohayati Rohayati. 2021. “EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM PADA PASIEN DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH: LITERATUR REVIEW”. Jurnal Mitra Kesehatan 3 (2):63-69.

Komentar 0