Hadis tentang Perintah Mencari Rezeki yang Halal
Hadis
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ. (رواه إبن ماجه: ٢٢٢٧)[1]
Terjemahan
Hadis dari Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah SAW bersabda: wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan bersikaplah baik (sederhana) dalam mencari rezeki. Sesungguhnya tidak ada satu jiwa pun yang akan mati hingga ia menyempurnakan rezekinya, meskipun rezeki itu lambat datang kepadanya. Maka bertakwalah kepada Allah dan bersikaplah baik dalam mencari rezeki ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram. (HR Ibnu Majah: 2227)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan perintah Rasulullah SAW kepada umat Islam untuk selalu bertakwa kepada Allah dalam mencari rezeki. Seorang Muslim dianjurkan untuk mencari nafkah dengan cara yang baik, tidak berlebihan dalam ambisi dunia, serta tetap tenang dan tidak tergesa-gesa, karena setiap jiwa sudah dijamin rezekinya oleh Allah hingga akhir hayatnya. Oleh sebab itu, seseorang tidak perlu melakukan cara-cara yang haram hanya karena takut kekurangan rezeki.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Rab’i al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1971), Juz 6, h. 452.

Komentar 0