Hadis tentang Kehalalan Rezeki dan Hasil Kerja Sendiri
Hadis
عَنِ الْمِقْدَامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ. (رواه البخاري: ١٩٦٦)[1]
Terjemahan
Hadis dari al-Miqdam RA dari Rasulullah SAW bersabda: tidak ada seseorangpun memakan makanan yang lebih baik daripada makanan dari hasil usaha tangannya sendiri (halal). Dan Nabi Allah Dawud AS dahulu makan dari hasil usaha tangannya sendiri. (HR al-Bukhari: 1966)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan besar dari mencari rezeki melalui usaha sendiri. Rasulullah SAW menegaskan bahwa makanan terbaik yang dikonsumsi seseorang adalah yang berasal dari hasil kerja tangannya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai kerja keras, kemandirian, dan usaha yang halal dalam mencari nafkah, bukan bergantung kepada orang lain tanpa usaha.
Referensi
- Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, Juz 2, h. 730.

Komentar 0