Hadis tentang Larangan Durhaka kepada Ibu dan Perilaku Sia-sia
Hadis
عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ. (رواه البخاري: ٢٢٧٧)[1]
Terjemahan
Hadis dari Mughirah bin Syu‘bah RA berkata: Nabi SAW bersabda: sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, serta melarang memberi tetapi menarik kembali pemberian dan Allah membenci bagi kalian, banyak berkata tanpa dasar, banyak bertanya (yang tidak perlu), dan menyia-nyiakan harta. (HR al-Bukhari: 2277)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan beberapa larangan besar dalam Islam, di antaranya durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, serta tindakan buruk seperti menarik kembali pemberian. Semua ini termasuk dosa dan perilaku yang merusak hubungan sosial serta nilai kemanusiaan.
Referensi
- Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, Juz 2, h. 848.

Komentar 0