40 HADIS HALAL DAN HARAM

KTI

Selamat Datang Sahabat Hadis

Cintailah Rasulullah SAW dengan cara membaca, memahami dan mengamalkan hadisnya, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan apa yang anda perlukan, semoga bermanfaat.

Foto Ahmat al athos

Tentang Penulis

Ahmat al athos

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HALAL DAN HARAM

Penyusun: Ahmat al athos

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Keharaman Ghibah dan Fitnah dalam Islam

Disusun oleh: Ahmat al athos (@al_Atos) · Bagian dari 40 HADIS HALAL DAN HARAM

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِى أَخِى مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ. (رواه مسلم: ٦٧٥٨)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: tahukah kalian apakah ghibah itu? para sahabat menjawab: Allah dan Rasulnya lebih mengetahui. Nabi SW bersabda: engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak sukai.  Lalu ditanyakan: bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan itu memang ada pada saudaraku? Nabi SAW menjawab: jika apa yang engkau katakan itu memang ada padanya, maka sungguh engkau telah menggunjingnya (ghibah). Dan jika apa yang engkau katakan itu tidak ada padanya, maka sungguh engkau telah memfitnahnya. (HR Muslim: 6758)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa ghibah adalah menyebutkan keburukan atau kekurangan seorang muslim yang tidak disukainya, meskipun hal tersebut benar adanya. Islam melarang perbuatan ini karena dapat merusak kehormatan, menimbulkan permusuhan, dan memutus hubungan persaudaraan antarsesama muslim. Jika apa yang dikatakan tidak benar, maka perbuatan tersebut berubah menjadi fitnah (buhtān), yang dosanya lebih besar karena mengandung unsur kebohongan dan tuduhan palsu.

Referensi

  1. Abul al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami' al-Musnad as Sahih alMukhtasar min as-Sunan bi Naql al-'Adl 'an al-'Adl 'an Rasulillah, Juz 8, h. 21.

Komentar 0