Hadis tentang Anjuran Menahan Istri Supaya tidak Meminta Ditalak
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ أَوْ قَالَ غَيْرَهُ.(رواه مسلم: ٢٦٧٢)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "janganlah seorang Mukmin membenci wanita Mukminah, jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain." Atau beliau bersabda: "selainnya". (HR Muslim: 2672)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang mukmin, khususnya suami, tidak boleh membenci istrinya hanya karena satu sifat yang tidak disukai, sebab setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Rasulullah SAW menganjurkan agar seseorang melihat sisi baik pasangannya dan tidak hanya berfokus pada kekurangannya. Sikap ini menunjukkan pentingnya bersikap adil dalam menilai orang lain, serta mengedepankan kesabaran, kasih sayang, dan sikap saling memahami dalam kehidupan rumah tangga. Dengan menghargai kelebihan pasangan dan menerima kekurangannya sebagai bagian dari fitrah manusia, hubungan suami istri akan menjadi lebih harmonis, penuh rasa saling menghormati, dan terhindar dari perselisihan yang disebabkan oleh emosi sesaat. Hadis ini juga mengandung pesan agar setiap pasangan senantiasa berusaha memperbaiki diri, menjaga komunikasi yang baik, serta membangun keluarga yang dilandasi cinta, rahmat, dan saling memaafkan sehingga tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sesuai dengan ajaran Islam.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), Juz 2, h. 1469.

Komentar 0