40 HADIS TALAK

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis talak, silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat tentang 40 hadis talak. Terimakasih

Foto Yuli Hatika Pitri Siregar

Tentang Penulis

Yuli Hatika Pitri Siregar

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS TALAK

Penyusun: Yuli Hatika Pitri Siregar

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Anjuran Menahan Istri Supaya tidak Meminta Ditalak

Disusun oleh: Yuli Hatika Pitri Siregar (@yulihatikapitri) · Bagian dari 40 HADIS TALAK

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ أَوْ قَالَ غَيْرَهُ.(رواه مسلم: ٢٦٧٢)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah SAW  bersabda: "janganlah seorang Mukmin membenci wanita Mukminah, jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain." Atau beliau bersabda: "selainnya". (HR Muslim: 2672)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa seorang mukmin, khususnya suami, tidak boleh membenci istrinya hanya karena satu sifat yang tidak disukai, sebab setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Rasulullah SAW menganjurkan agar seseorang melihat sisi baik pasangannya dan tidak hanya berfokus pada kekurangannya. Sikap ini menunjukkan pentingnya bersikap adil dalam menilai orang lain, serta mengedepankan kesabaran, kasih sayang, dan sikap saling memahami dalam kehidupan rumah tangga. Dengan menghargai kelebihan pasangan dan menerima kekurangannya sebagai bagian dari fitrah manusia, hubungan suami istri akan menjadi lebih harmonis, penuh rasa saling menghormati, dan terhindar dari perselisihan yang disebabkan oleh emosi sesaat. Hadis ini juga mengandung pesan agar setiap pasangan senantiasa berusaha memperbaiki diri, menjaga komunikasi yang baik, serta membangun keluarga yang dilandasi cinta, rahmat, dan saling memaafkan sehingga tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sesuai dengan ajaran Islam.

Referensi

  1. Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), Juz 2, h. 1469.

Komentar 0