Hadis tentang Keutamaan Adab Sholat Jumat
Hadis
عَنْ سَلْمَانَ الفَارِسِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ، وَتَطَهَّرَ بِمَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، ثُمَّ ادَّهَنَ أَوْ مَسَّ مِنْ طِيبٍ، ثُمَّ رَاحَ فَلَمْ يُفَرِّقْ بَيْنَ اثْنَيْنِ، فَصَلَّى مَا كُتِبَ لَهُ، ثُمَّ إِذَا خَرَجَ الإِمَامُ أَنْصَتَ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٩١٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari Salman Al-Farisi, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci semampunya, memakai minyak rambut atau memakai wangi-wangian (parfum) miliknya, kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu salat sesuai dengan apa yang ditentukan baginya, kemudian diam (menyimak) saat imam keluar untuk khutbah, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya. (HR. Bukhari: 910)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan adab-adab yang dilakukan sebelum dan saat menghadiri salat Jumat, seperti mandi, bersuci dengan baik, memakai minyak rambut atau parfum, tidak mengganggu jamaah lain, melaksanakan salat sunnah, serta mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan semua adab tersebut akan memperoleh ampunan dosa-dosa kecil antara Jumat yang satu dengan Jumat berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa salat Jumat bukan hanya ibadah yang dilakukan pada saat salat berlangsung, tetapi mencakup seluruh persiapan dan adab yang mengiringinya. Semakin baik seseorang menjaga adab-adab tersebut, semakin besar pula keberkahan dan pahala yang diperolehnya dari Allah SWT.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 220.

Komentar 0