Hadis tentang Pemuliaan Hari Jumat bagi Umat Islam
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، أُوتُوا الكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ، فَهَذَا اليَوْمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ فَهَدَانَا اللَّهُ، فَغَدًا لِلْيَهُودِ، وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى»فَسَكَتَ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٨٩٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kita adalah umat yang terakhir muncul di dunia namun yang paling awal dibangkitkan/dihisab pada hari kiamat. Mereka Ahlul Kitab telah diberi Al-Kitab sebelum kita, sedangkan kita diberi Al-Kitab setelah mereka. Inilah hari Jumat yang mereka perselisihkan, lalu Allah memberi petunjuk kepada kita untuk memuliakannya. Maka besok Sabtu adalah untuk kaum Yahudi, dan Ahad adalah untuk kaum Nasrani. (HR. Bukhari: 896)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan umat Islam sebagai umat yang memperoleh petunjuk untuk memuliakan hari Jumat, berbeda dengan umat-umat terdahulu yang berselisih mengenai hari ibadah mereka. Allah memberikan keistimewaan kepada umat Nabi Muhammad SAW dengan menjadikan Jumat sebagai hari raya mingguan yang penuh keberkahan. Hadis ini mengingatkan bahwa petunjuk Allah merupakan nikmat yang sangat besar dan harus disyukuri dengan melaksanakan berbagai amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Selain itu, hadis ini memperkuat identitas umat Islam sebagai umat yang mengikuti petunjuk Allah secara benar.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 217.

Komentar 0