Hadis tentang Doa Meminta Hujan saat Khutbah Jumat
Hadis
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ قَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَ الْكُرَاعُ وَهَلَكَ الشَّاءُ، فَادْعُ اللَّهَ أَنْ يَسْقِيَنَا. فَمَدَّ يَدَيْهِ وَدَعَا (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٩٣٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Anas, ia berkata: Ketika Nabi SAW sedang menyampaikan khutbah pada hari Jumat, tiba-tiba seorang laki-laki berdiri lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, hewan ternak (kuda/unta) telah binasa dan kambing-kambing pun telah mati karena kekeringan. Maka berdoalah kepada Allah agar Dia menurunkan hujan kepada kami.' Lalu Nabi SAW mengangkat membentangkan kedua tangannya dan berdoa. (HR. Bukhari: 932)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menceritakan peristiwa ketika seorang sahabat meminta Rasulullah SAW berdoa agar Allah menurunkan hujan karena terjadi kekeringan yang menyebabkan banyak hewan ternak mati. Rasulullah SAW kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah di tengah khutbah Jumat. Allah mengabulkan doa tersebut dengan menurunkan hujan sebagai bentuk rahmat-Nya kepada kaum Muslimin. Hadis ini menunjukkan bahwa hari Jumat merupakan waktu yang penuh keberkahan dan bahwa doa yang dipanjatkan dengan ikhlas memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Selain itu, hadis ini juga mengajarkan pentingnya bergantung kepada Allah dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Referensi
- Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 225.

Komentar 0