40 HADIS HARI JUMAT

KTI

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Hari Jumat, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Foto Bobi

Tentang Penulis

Bobi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HARI JUMAT

Penyusun: Bobi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Waktu Mustajab di hari Jumat

Disusun oleh: Bobi (@Bobi) · Bagian dari 40 HADIS HARI JUMAT

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٩٣٥)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah: bahwa Rasulullah SAW menyebutkan tentang hari Jumat, kemudian beliau bersabda: di dalamnya terdapat satu waktu, yang tidaklah seorang hamba Muslim mendapatinya dalam keadaan berdiri melakukan salat sambil memohon sesuatu kepada Allah SWT, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya. (HR. Bukhari: 935)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat istimewa, yaitu waktu di mana doa seorang Muslim akan dikabulkan oleh Allah apabila ia memohon dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu tersebut, namun banyak yang berpendapat bahwa waktunya berada pada saat terakhir setelah Ashar hingga menjelang Maghrib atau ketika imam sedang berkhutbah hingga selesai salat Jumat. Hadis ini mendorong umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, dan ibadah pada hari Jumat karena terdapat peluang besar untuk memperoleh rahmat dan pengabulan dari Allah. Dengan demikian, hari Jumat menjadi momentum yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 1, h. 226.

Komentar 0