Hadis
عَنْ جَرِيرٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ: «اسْتَنْصِتِ النَّاسَ». فَقَالَ: «لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ». (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ : ١٢١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Zur‘ah, dari Jarir RA, bahwa Nabi SAW bersabda kepadanya pada Haji Wada’: “Mintalah agar manusia diam.” Lalu beliau bersabda: “Janganlah kalian kembali setelahku menjadi orang-orang kafir dengan saling membunuh sebagian kalian terhadap sebagian yang lain.” (HR al-Bukhari 121)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan pesan penting Rasulullah SAW dalam Haji Wada’ yang berisi larangan keras terhadap pertumpahan darah di antara sesama Muslim. Beliau memerintahkan agar manusia didiamkan terlebih dahulu, kemudian menyampaikan peringatan agar umat Islam tidak kembali menjadi seperti orang-orang kafir dengan cara saling membunuh satu sama lain setelah beliau wafat. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa perpecahan dan pertumpahan darah antar sesama Muslim merupakan perbuatan yang sangat tercela dan bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, dan keamanan di antara kaum Muslimin agar tidak terjerumus dalam keburukan yang dapat merusak tatanan umat. Hadis ini juga menunjukkan bahwa menjaga nyawa manusia dan menghindari konflik yang menyebabkan pembunuhan adalah bagian dari ajaran utama Islam, terutama dalam menjaga kehormatan dan kesucian darah sesama Muslim.
Referensi
- Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami‘ al-Musnad as-Shahih, Kitab al-Ilm, Bab al-Inshat lil Ulama’, no hadis 121, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 56.
Komentar 0