Hadis tentang Kondisi Haji Menjelang Datangnya Hari Kiamat
Hadis
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه و سلم قال ( ليحجن البيت وليعتمرن بعد خروج يأجوج ومأجوج ) تابعه أبان وعمران عن قتادة . وقال عبد الرحمن عن شعبة قال ( لا تقوم الساعة حتى لا يحج البيت )(رواه البخاري: ١٥٩٣)[1]
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al Khudriy RA dari Nabi SAW bersabda:Sungguh pasti akan ada yang berhaji dan 'umrah ke Baitullah (Ka'bah) setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj."Hadits ini dikuatkan oleh Aban dan 'Imran dari Qatadah. Dan berkata 'Abdurrahman: dari Syu'bah berkata: "Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga tidak ada yang berhaji ke Baitullah (Ka'bah)." (HR al-Bukhari: 1593)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa ibadah haji dan umrah akan tetap berlangsung meskipun telah terjadi berbagai peristiwa besar menjelang hari kiamat, termasuk keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj masih akan ada manusia yang menunaikan haji dan umrah ke Baitullah.Hal ini menunjukkan bahwa syiar Islam, khususnya ibadah haji dan umrah, tetap akan berlangsung selama masih ada orang-orang beriman di muka bumi. Ka'bah akan terus menjadi tujuan kaum Muslimin untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah pada bagian lain hadis, disebutkan bahwa hari kiamat tidak akan terjadi hingga suatu masa ketika tidak ada lagi orang yang berhaji ke Baitullah. Para ulama menjelaskan bahwa menjelang kiamat, orang-orang beriman akan diwafatkan oleh Allah sehingga yang tersisa hanyalah manusia-manusia yang jauh dari ajaran agama. Pada saat itulah ibadah haji tidak lagi dilaksanakan dan berbagai syiar Islam menghilang dari muka bumi.Hadis ini juga menunjukkan bahwa keberadaan haji merupakan salah satu tanda masih tegaknya syariat Islam di dunia. Selama masih ada orang yang beriman dan melaksanakan haji, maka syiar Islam masih hidup di tengah manusia.Selain mengandung informasi tentang tanda-tanda akhir zaman, hadis ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keimanan dan melestarikan syariat Islam. Ibadah haji bukan hanya kewajiban bagi yang mampu, tetapi juga simbol keberlangsungan agama Allah hingga mendekati akhir kehidupan dunia
Referensi
- Muhammad bin Yazid Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, no. 3005

Komentar 0