Hadis tentang Kemuliaan Orang yang Berhaji sebagai Utusan Allah SWT
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللَّهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنِ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ »(رواه ابن ماجه:٣٠٠٤)[1]
Terjemahan
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, sesungguhnya beliau bersabda: "Orang-orang yang haji dan orang-orang yang pergi 'Umrah adalah utusan Allah, jika mereka berdo'a kepada-Nya, niscaya Ia akan mengabulkan mereka, dan jika mereka meminta ampun, niscaya Ia akan mengampuni mereka."(HR Ibnu Majah: 3004)
Isi Kandungan Hadis
Hadis riwayat Ibnu Majah menjelaskan bahwa jamaah haji dan umrah adalah tamu atau utusan Allah (wafdullah) yang memiliki kedudukan istimewa di sisi-Nya. Karena kemuliaan tersebut, doa yang mereka panjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan, dan permohonan ampun yang mereka ucapkan akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, ibadah haji dan umrah tidak hanya menjadi sarana menjalankan kewajiban dan mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh guna meraih rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Referensi
Muhammad bin Yazid Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th.), no. 3004.

Komentar 0