Hadis tentang Waktu Wuquf di Arafah
Hadis
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْمَرَ قَالَ شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَتَاهُ نَاسٌ فَسَأَلُوهُ عَنِ الْحَجَ فَقَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم- « الحَجُّ عَرَفَةُ فَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ لَيْلَةِ جَمْعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجَّهُ ». (رواه النسائي : ۳۰۲۹)[1]
Terjemahan
Dari Abdurrahman bin Ya'mar, ia berkata: Aku menghadiri Rasulullah SAW, lalu datang sekelompok orang bertanya tentang haji. Rasulullah SAW bersabda: 'Inti haji adalah (wukuf di) Arafah. Barangsiapa yang sempat hadir di Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar pada malam Muzdalifah (Lailatul Jam'), maka sempurnalah hajinya' (HR al-Nasa'i: 3029)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini merujuk pada peristiwa sejarah di masa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA(sebelum Haji Wada'). Nabi SAW melalui Abu Bakar menegaskan sebuah revolusi etika di tanah suci: tidak diperbolehkan lagi orang-orang musyrik berhaji dan dilarang keras melakukan thawaf dalam keadaan telanjang. Hal ini menghapuskan tradisi jahiliyah masa lalu dan menetapkan bahwa haji adalah ibadah yang penuh kehormatan, kesucian, dan kewajiban menjaga martabat dengan menutup aurat secara sempurna di hadapan Allah.
Referensi
Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats, Sunan Abi Dawud, no. 1977.

Komentar 0