40 HADIS HAJI DAN UMRAH

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Haji dan Umrah

Silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Tentang Penulis

Muhammad Rikfat

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

37 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HAJI DAN UMRAH

Penyusun: Muhammad Rikfat

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Orang yang Berhaji dan ber-Umrah Utusan Allah SWT

Disusun oleh: Muhammad Rikfat (@Muhammad_Rikfat) · Bagian dari 40 HADIS HAJI DAN UMRAH

Hadis

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ« الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ » (رواه ابن ماجه: ٣٠٠٥)[1]

Terjemahan

Dari Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: 'Semoga Allah merahmati orang-orang yang mencukur habis rambutnya'. Para sahabat bertanya: 'Bagaimana dengan yang memendekkan (mencukur sebagian), wahai Rasulullah?' Beliau (kembali) bersabda: 'Semoga Allah merahmati orang-orang yang mencukur habis rambutnya'. Mereka bertanya lagi: 'Bagaimana dengan yang memendekkan, wahai Rasulullah?'. Beliau bersabda: 'Semoga Allah merahmati orang-orang yang mencukur habis rambutnya'. Mereka bertanya lagi: 'Dan yang memendekkan, wahai Rasulullah?'. Akhirnya beliau bersabda: 'Dan juga bagi orang-orang yang memendekkan'." (HR Ibnu Majah: 3005)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan kemuliaan orang-orang yang melaksanakan jihad di jalan Allah, ibadah haji, dan ibadah umrah. Rasulullah SAW menyebut mereka sebagai "Wafdullah" (tamu-tamu Allah). Sebutan ini menunjukkan kedudukan yang mulia karena mereka datang memenuhi panggilan Allah dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan.Orang yang berhaji dan berumrah meninggalkan rumah, keluarga, serta sebagian hartanya untuk mengunjungi Baitullah dan melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah. Karena itu, mereka mendapatkan kehormatan sebagai tamu Allah yang memperoleh perhatian, rahmat, dan karunia-Nya.Hadis ini juga menunjukkan bahwa doa orang yang berhaji dan berumrah memiliki keutamaan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mereka memohon kepada Allah dan Allah memberikan apa yang mereka minta. Hal ini menjadi dorongan bagi jamaah haji dan umrah untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan permohonan kebaikan selama menjalankan ibadah tersebut.Selain itu, hadis ini mengajarkan bahwa haji dan umrah bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi merupakan panggilan dari Allah yang harus disambut dengan niat yang ikhlas dan penuh ketakwaan. Orang yang memenuhi panggilan tersebut berhak mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah.

Referensi

  1. Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim, no. 3206.

Komentar 0