Hadis tentang Haji sabagai Salah Satu Rukun Islam
Hadis
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان )(رواه البخاري: ٨) [1]
Terjemahan
Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Islam dibangun di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji (ke Baitullah), dan berpuasa di bulan Ramadhan’.” (HR al-Bukhari: 8)
Isi Kadungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa Islam memiliki lima pilar utama yang menjadi dasar tegaknya agama. Rasulullah ﷺ mengibaratkan Islam seperti sebuah bangunan yang berdiri kokoh di atas lima fondasi. Jika fondasi tersebut dijaga dan dilaksanakan dengan baik, maka kehidupan seorang Muslim akan menjadi kuat dan sempurna.Fondasi pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, yaitu meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Syahadat merupakan pintu masuk ke dalam Islam dan dasar bagi seluruh amal ibadah.Fondasi berikutnya adalah mendirikan salat. Salat merupakan ibadah wajib yang menjadi hubungan langsung antara seorang hamba dengan Allah serta menjadi tiang agama yang harus dijaga pelaksanaannya.Selanjutnya adalah menunaikan zakat. Zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan membantu orang-orang yang membutuhkan, sehingga tercipta kepedulian sosial dalam masyarakat.Kemudian Rasulullah ﷺ menyebutkan ibadah haji. Haji wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan memiliki kesempatan untuk menunaikannya.Fondasi terakhir adalah berpuasa di bulan Ramadan. Puasa mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah.Hadis ini menunjukkan bahwa kelima perkara tersebut merupakan rukun Islam yang wajib diyakini dan dilaksanakan oleh setiap Muslim sesuai kemampuannya. Kelima rukun tersebut saling melengkapi dalam membentuk keimanan, ibadah, dan akhlak seorang Muslim.
Referensi
- Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, no. 26.

Komentar 0