Hadis Tentang Bahaya Lisan dan Keselamatan dari Neraka
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ دَخَلَ رَجُلٌ الْمَسْجِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَرَوَى يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ هَذَا عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ فَقَالَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَقَالَ وَعَلَيْكَ قَالَ وَحَدِيثُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَصَحُّ ( وَرَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ)(٣٠٢)
Terjemahan
Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Seorang laki-laki masuk ke dalam masjid, sementara Rasulullah SAW sedang duduk di salah satu sudut masjid. Laki-laki itu lalu melaksanakan salat. Setelah selesai, ia datang dan mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW. Rasululla SAW menjawab, Wa'alaika (dan semoga keselamatan juga tercurah kepadamu . Kembalilah, lalu salatlah lagi, karena sesungguhnya engkau belum salat.Kemudian perawi menyebutkan hadis tersebut secara lengkap. Muhammad bin Isa at-Tirmidzi berkata, Hadis ini adalah hadis hasan. Yahya bin Sa'id al-Qattan meriwayatkan hadis ini dari Ubaidullah bin Umar, dari Sa'id al-Maqburi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah. Dalam riwayat tersebut tidak disebutkan kalimat 'lalu ia mengucapkan salam kepada beliau' dan juga tidak disebutkan jawaban Nabi 'Wa'alaika'. Riwayat Yahya bin Sa'id al-Qattan dinilai lebih sahih. (HR Tirmidzi No Hadis 302 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa salat harus dilaksanakan sesuai dengan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW . Seseorang tidak cukup hanya mengerjakan salat, tetapi juga harus memenuhi rukun, syarat, dan ketentuannya agar salatnya sah dan sempurna. Oleh karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan orang tersebut untuk mengulangi salatnya karena belum melaksanakannya dengan benar. Hadis ini juga menunjukkan pentingnya menerima nasihat dan bersedia memperbaiki kesalahan dalam beribadah. Orang yang ditegur oleh Rasulullah SAW tidak merasa tersinggung, melainkan menerima arahan beliau dengan lapang dada dan berusaha memperbaiki cara salatnya. Sikap ini menjadi teladan bagi setiap Muslim agar selalu terbuka terhadap koreksi yang bertujuan memperbaiki amal ibadah. Selain itu, hadis ini memperlihatkan metode pendidikan Rasulullah SAW yang penuh hikmah dan kelembutan. Beliau tidak langsung mencela atau memarahi orang tersebut, tetapi membimbingnya secara bertahap hingga ia memahami tata cara salat yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah dan pendidikan hendaknya dilakukan dengan kesabaran, ke bijaksanaan, dan kasih sayang.Hadis ini juga mengajarkan pentingnya mengucapkan salam ketika bertemu sesama Muslim. Orang yang datang kepada Rasulullah SAW memulai pertemuan dengan salam, dan beliau menjawab salam tersebut sebagai bentuk penghormatan dan adab dalam pergaulan.
Referensi
1.Jami' at-Tirmidzi, Kitab Ash-Shalah, pembahasan tentang tata cara salat, hadis No. 302.

Komentar 0