Hadis Tentang Kejujuran dalam Berkata dan Menjaga Lisan
Hadis
عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ أَفْضَلُ الْكَلَامِ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ( رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ) ( ٣٨٠١ )
Terjemahan
Dari Salamah ibn Kuhayl, dari Hilal ibn Yasaf, dari Samurah ibn Jundub RA, dari Nabi Muhammad SAW yang bersabda: Empat kalimat adalah ucapan terbaik, dan tidak masalah dengan kalimat mana kamu memulainya: Subhan Allah Maha Suci Allah, Al-Hamdu lillah Segala puji bagi Allah, La ilaha illa Allah Tuhan tiada Tuhan selain Allah, dan Allahu Akbar Allah Maha Besar. (HR Ibnu Majah No Hadis 3801 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan memperbanyak zikir kepada Allah melalui empat kalimat yang paling utama, yaitu Subḥānallāh, Alḥamdulillāh, La ilaha illallāh, dan Allahu Akbar. Keempat kalimat tersebut merupakan zikir yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam dan dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hadis ini juga menunjukkan bahwa tidak ada urutan khusus yang harus didahulukan ketika mengucapkan keempat kalimat tersebut. Seorang Muslim bebas memulai dengan kalimat mana saja karena semuanya memiliki keutamaan dan pahala yang besar di sisi Allah Swt. Selain itu, hadis ini mengajarkan agar seorang Muslim membiasakan lisannya dengan zikir daripada perkataan yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Dengan memperbanyak zikir, hati menjadi tenang, iman semakin kuat, dan hubungan seorang hamba dengan Allah Swt. semakin dekat. Dengan demikian, hadis ini mendorong setiap Muslim untuk senantiasa menjaga lisannya dengan memperbanyak zikir, karena zikir merupakan amalan yang ringan diucapkan, tetapi memiliki nilai yang sangat besar dalam timbangan amal serta menjadi salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT
Referensi
1.Sunan Ibnu Majah, hadis No. 3801.

Komentar 0