Hadis Tentang Seorang Mukmin dalam Menjaga Lisan
Hadis
عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِيءِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيِّ) ( ١٩٧٧)
Terjemahan
Dari Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata, Rasulullah bersabda: Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, bukan pula orang yang suka melaknat, bukan orang yang berkata keji, dan bukan pula orang yang berkata kotor.(HR Tirmidzi No 1977)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa akhlak seorang mukmin tercermin dari lisannya. Seorang mukmin tidak suka mencela, melaknat, berkata keji, maupun mengucapkan kata-kata kotor. Oleh karena itu, setiap muslim diperintahkan untuk menjaga lisannya, berbicara dengan sopan, dan berakhlak mulia dalam Kehidupan sehari-hari.
Referensi
1.Sunan at-Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah, Bab Mā Jā’a fī al-La‘nah, Hadis No. 1977.

Komentar 0