Hadis tentang Menjaga Lisan dari Namimah
Hadis
وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ قَالاَ حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ وَهُوَ ابْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ الأَحْدَبُ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلاً يَنِمُّ الْحَدِيثَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ ( رَوَاهُ مُسْلِمٌ) (١٠٥)
Terjemahan
Abdullah bin Muhammad bin Asmā' ad-Dubai RA,keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Mahdī, yaitu Ibnu Maimun, telah menceritakan kepada kami waṣil al-Aḥdab, dari Abu Wail, dari Hudzaifah, bahwa telah sampai kepadanya berita tentang seorang laki-laki yang suka mengadu domba menyebarkan namimah. Maka Hudzaifah berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba nammam.( HR Muslim No 105 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa namimah mengadu domba merupakan dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam karena dapat merusak persaudaraan, menimbulkan permusuhan, dan mengancam pelakunya dengan tidak masuk surga sampai Allah menghendaki atau mengampuninya. Oleh karena itu, setiap muslim wajib menjaga lisannya, menjauhi fitnah dan adu domba, serta senantiasa menyebarkan kebaikan dan perdamaian.
Referensi
1.Sahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Bayān Ghilẓ Taḥrīm an-Namīmah, Hadis No. 105.

Komentar 0