Hadis tentang Menyampaikan Nasihat dengan Lisan yang Baik
Hadis
عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتِ اسۡتَأۡذَنَ رَهۡطٌ مِنَ الۡيَهُودِ عَلَى النَّبِيِّ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيۡكَ فَقُلۡتُ بَلۡ عَلَيۡكُمُ السَّامُ وَاللَّعۡنَةُ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفۡقَ فِي الۡأَمۡرِ كُلِّهِ) قُلۡتُ أَوَلَمۡ تَسۡمَعۡ مَا قَالُو قَالَ: قُلۡتُ وَعَلَيۡكُمۡ طرفه ف(وَرَوَاهُ مُسْلِمٌ) (٦٩٢٧)
Terjemahan
Dari Aisyah binti Abu Bakar RA ia berkata: Sekelompok orang Yahudi meminta izin untuk menemui Nabi SAW . Ketika mereka masuk, mereka mengucapkan, As-samu 'alaika semoga kematian menimpamu. Maka aku berkata, Bahkan semoga kematian dan laknat menimpa kalian. Rasulullah SAW lalu bersabda, Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan. Aku berkata, Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan Beliau menjawab, Aku telah menjawab mereka dengan mengucapkan: Wa'alaikum dan atas kalian juga (HR Muslim No 6927)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya bersikap lemah lembut dalam berbicara dan bertindak, meskipun menghadapi orang yang bersikap tidak sopan atau bermaksud buruk. Rasulullah SAW menunjukkan akhlak yang mulia dengan membalas ucapan orang-orang Yahudi secara singkat dan santun tanpa menggunakan kata-kata kasar atau melampaui batas. Hadis ini juga menunjukkan bahwa kelembutan merupakan sifat yang dicintai oleh Allah SWT Oleh karena itu, dalam menyampaikan nasihat, berdakwah, maupun berinteraksi dengan sesama, seorang Muslim dianjurkan menggunakan tutur kata yang baik, sopan, dan penuh hikmah. Sikap lembut lebih efektif dalam menyampaikan kebenaran dan menjaga hubungan baik antarsesama.Selain itu, hadis ini mengajarkan pentingnya mengendalikan emosi. Meskipun Aisyah binti Abu Bakar RA. merasa marah karena penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, Rasulullah membimbingnya agar tidak membalas dengan ucapan yang berlebihan. Hal ini menunjukkan bahwa seorang Muslim harus mampu mengendalikan amarah dan tetap menjaga adab dalam berbicara.Dengan demikian, hadis ini menegaskan bahwa kelembutan, kesabaran, dan pengendalian lisan merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki oleh setiap Muslim dalam menghadapi berbagai keadaan, termasuk ketika menyampaikan nasihat atau menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan.
Referensi
1.Sahih al-Bukhari, Kitab Al-Adab, hadis No. 6927.

Komentar 0