Hadis tentang Menjaga Lisan sebagai Jalan Keselamatan
Hadis
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ حَدِّثْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ . قَالَ " قُلْ رَبِّيَ اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقِمْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَخْوَفُ مَا تَخَافُ عَلَىَّ فَأَخَذَ بِلِسَانِ نَفْسِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ )رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ))٢٤١٠)
Terjemahan
dari Sufyan bin Abdullah Al-Thaqafi RA , ia berkata: Aku berkata, Wahai Rasulullah SAW , katakanlah kepadaku sesuatu yang dapat aku pegang teguh.'Beliau menjawab, Katakanlah: Tuhanku adalah Allah, lalu istiqamahlah. Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apa yang paling Engkau khawatirkan menimpaku?' Beliau memegang lidahnya sendiri seraya berkata, 'Ini. Abu Isa berkata: Ini adalah hadis Hasan Sahih dan hadis ini diriwayatkan melalui lebih dari satu jalur sanad dari Sufyan bin Abdullah Al-Thaqafi. )HR Tirmidzi 2410)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan agar setiap muslim meneguhkan keimanan kepada Allah kemudian beristiqamah dalam menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Keistiqamahan merupakan bukti kejujuran iman dan menjadi jalan menuju keselamatan di dunia serta di akhirat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa lisan adalah anggota tubuh yang paling perlu dijaga karena dapat menjadi sebab utama seseorang terjerumus ke dalam dosa. Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya dari perkataan dusta ghibah fitnah namimah caci maki dan ucapan yang menyakiti orang lain. Setiap ucapan yang keluar dari lisan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah sehingga seorang muslim harus selalu berhati hati dalam berbicara. Hadis ini menegaskan bahwa menjaga lisan merupakan bagian dari akhlak mulia yang mencerminkan kesempurnaan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT
Referensi
1.Tuḥfat al-Aḥwadzī, penjelasan hadis Sunan At-Tirmidzi, hadis no. 2410.

Komentar 0