Hadis Tentang Bahaya Lisan Bahaya Perkataan yang Mendatangkan Murka AllahSWT
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِ(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)(٦٤٧٧)
Terjemahan
dari Abu Hurairah RA , yang mendengar Rasulullah SAW bersabda: Seorang hamba mungkin mengucapkan suatu perkataan tanpa memikirkan akibatnya, dan karenanya ia tergelincir ke dalam Neraka sejauh jarak yang lebih besar daripada jarak antara Timur dan Barat (HR al Bukhori No Hadis 6477)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa setiap perkataan yang diucapkan oleh seseorang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT .Seorang hamba dapat terjerumus ke dalam neraka karena satu ucapan yang diucapkannya tanpa dipikirkan terlebih dahulu Hadis ini mengajarkan agar setiap muslim berhati hati sebelum berbicara dan mempertimbangkan manfaat serta mudarat dari setiap perkataan.Bahaya lisan tidak boleh dianggap remeh karena satu kalimat yang salah dapat membawa akibat yang sangat besar di dunia maupun di akhirat Seorang muslim hendaknya menjaga lisannya dari perkataan dusta ghibah namimah fitnah caci maki dan segala ucapan yang mendatangkan murka Allah,Hadis ini menunjukkan pentingnya mengendalikan lisan sebagai salah satu tanda kesempurnaan iman dan ketakwaan kepada Allah
Seorang mukmin dianjurkan untuk memperbanyak perkataan yang baik seperti berdzikir membaca Al Quran memberikan nasihat dan mengucapkan kata kata yang membawa manfaat bagi orang lain.
Referensi
1.Sahih al-Bukhari, Kitab Ar-Riqaq, Bab Hifzh al-Lisan (Menjaga Lisan), Hadis No. 6477.

Komentar 0