40 HADIS MENJAGA LISAN

KTI

Assalamu'alaikum,Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis menjaga Lisan

Aplikasi Menjaga lisan adalah aplikasi edukasi yang membantu pengguna memahami pentingnya menjaga ucapan sesuai ajaran Islam. Aplikasi ini berisi hadis-hadis tentang menjaga lisan, penjelasan kandungan hadis, tips berbicara yang baik, serta pengingat untuk menghindari perkataan buruk seperti ghibah, fitnah, dan dusta. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat meningkatkan akhlak dan membiasakan diri untuk berkata baik atau diam.

Foto Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Yusra Muhammad Hafiz

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS MENJAGA LISAN

Penyusun: Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Menahan Marah, Menjaga Lisan, dan Menerima Uzur

Disusun oleh: Yusra Muhammad Hafiz (@yusrahafiz103) · Bagian dari 40 HADIS MENJAGA LISAN

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رضى الله عنه  أَنَّ رَجُلاً  قَالَ لِلنَّبِيِّ  أَوْ صِنِي‏ ‏ قَالَ  لاَ تَغْضَبْ  ‏ فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ ‏ لاَ تَغْضَبْ(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)(٦١١٦)

Terjemahan

 dari Abu Hurairah RA  : Seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW , Berilah aku nasihat. Beliau bersabda,  Janganlah engkau marah.  Laki-laki itu mengulangi permintaannya beberapa kali, dan beliau tetap bersabda,  Janganlah engkau marah. (HR al-Bukhori No Hadis 6116)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya menahan amarah karena marah dapat menjadi penyebab munculnya berbagai perbuatan dan ucapan yang buruk. Rasulullah SAW  memberikan nasihat yang singkat namun mengandung makna yang sangat luas yaitu agar menjauhi sifat marah yang tidak terkendali. Menahan amarah merupakan salah satu bentuk pengendalian diri yang mencerminkan kekuatan iman dan kematangan akhlak. Seorang muslim yang mampu mengendalikan emosinya akan lebih mudah menjaga lisannya dari perkataan yang menyakiti menghina atau mencela orang lain. Hadis ini juga mendorong setiap muslim untuk bersikap sabar pemaaf dan bijaksana dalam menghadapi berbagai keadaan sehingga tercipta hubungan yang harmonis dengan sesama.

Referensi

1.Sahih al-Bukhari, hadis no. 6116.

Komentar 0