40 HADIS MENJAGA LISAN

KTI

Assalamu'alaikum,Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis menjaga Lisan

Aplikasi Menjaga lisan adalah aplikasi edukasi yang membantu pengguna memahami pentingnya menjaga ucapan sesuai ajaran Islam. Aplikasi ini berisi hadis-hadis tentang menjaga lisan, penjelasan kandungan hadis, tips berbicara yang baik, serta pengingat untuk menghindari perkataan buruk seperti ghibah, fitnah, dan dusta. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat meningkatkan akhlak dan membiasakan diri untuk berkata baik atau diam.

Foto Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Yusra Muhammad Hafiz

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS MENJAGA LISAN

Penyusun: Yusra Muhammad Hafiz

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Menjaga Lisan dari Prasangka Buruk dan Ghibah

Disusun oleh: Yusra Muhammad Hafiz (@yusrahafiz103) · Bagian dari 40 HADIS MENJAGA LISAN

Hadis

عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا قَالَتۡ  جَاءَتۡ بَرِيرَةُ فَقَالَتۡ  إِنِّي كَاتَبۡتُ أَهۡلِي عَلَى تِسۡعِ أَوَاقٍ، فِي كُلِّ عَامٍ وَقِيَّةٌ  فَأَعِينِينِي فَقَالَتۡ عَائِشَةُ  إِنۡ أَحَبَّ أَهۡلُكِ أَنۡ أَعُدَّهَا لَهُمۡ عَدَّةً وَاحِدَةً وَأُعۡتِقَكِ فَعَلۡتُ  وَيَكُونَ وَلَاؤُكِ لِي، فَذَهَبَتۡ إِلَى أَهۡلِهَا فَأَبَوۡا ذٰلِكَ عَلَيۡهَا، فَقَالَتۡ  إِنِّي قَدۡ عَرَضۡتُ ذٰلِكَ عَلَيۡهِمۡ، فَأَبَوۡا إِلَّا أَنۡ يَكُونَ الۡوَلَاءُ لَهُمۡ  فَسَمِعَ بِذٰلِكَ رَسُولُ اللهِ  فَسَأَلَنِي فَأَخۡبَرۡتُهُ  فَقَالَ  خُذِيهَا فَأَعۡتِقِيهَا  وَاشۡتَرِطِي لَهُمُ الۡوَلَاءَ، فَإِنَّمَا الۡوَلَاءُ لِمَنۡ أَعۡتَقَ   قَالَتۡ عَائِشَةُ: فَقَامَ رَسُولُ اللهِ   فِي النَّاسِ فَحَمِدَ اللهَ وَأَثۡنَى عَلَيۡهِ  ثُمَّ قَالَ   أَمَّا بَعۡدُ  فَمَا بَالُ رِجَالٍ مِنۡكُمۡ يَشۡتَرِطُونَ شُرُوطًا لَيۡسَتۡ فِي كِتَابِ اللهِ  فَأَيُّمَا شَرۡطٍ لَيۡسَ فِي كِتَابِ اللهِ فَهُوَ بَاطِلٌ  وَإِنۡ كَانَ مِائَةَ شَرۡطٍ  فَقَضَاءُ اللهِ أَحَقُّ وَشَرۡطُ اللهِ أَوۡثَقُ  مَا بَالُ رِجَالٍ مِنۡكُمۡ يَقُولُ أَحَدُهُمۡ  أَعۡتِقۡ يَا فُلَانُ وَلِيَ الۡوَلَاءُ  إِنَّمَا الۡوَلَاءُ لِمَنۡ أَعۡتَقَ (رواه البخاري)  (٢٥٦٣)

Terjemahan

Dari Aisyah binti Abu Bakar RA  beliau berkata: Barirah datang kepadaku lalu berkata, Sesungguhnya aku telah membuat perjanjian mukātabah perjanjian untuk menebus kemerdekaan dengan tuanku sebesar sembilan uqiyah, yang dibayar satu uqiyah setiap tahun. Maka bantulah aku. Lalu Aisyah berkata, Jika tuanmu bersedia, aku akan membayar seluruh jumlah itu sekaligus kepada mereka, kemudian aku memerdekakanmu. Akan tetapi,  hak perwalian karena memerdekakan budak menjadi milikku.  Maka Barirah pergi menemui tuan-tuannya, tetapi mereka menolak syarat tersebut. Setelah itu ia kembali dan berkata,  Aku telah menawarkan hal itu kepada mereka, tetapi mereka tidak mau kecuali hak walā  tetap menjadi milik mereka. Ketika Muhammad SAW  mendengar hal itu, beliau bertanya kepadaku, lalu aku menceritakan semuanya. Beliau bersabda:  Ambillah Barirah, kemudian merdekakanlah dia. Terimalah syarat mereka tentang wala, karena sesungguhnya hak wala hanyalah milik orang yang memerdekakan. Aisyah berkata  Kemudian Rasulullah SAW  berdiri di hadapan orang-orang. Beliau memuji Allah dan menyanjungnya, lalu bersabda: Amma ba'du. Mengapa ada orang-orang di antara kalian yang membuat syarat-syarat yang tidak terdapat dalam Kitab Allah Setiap syarat yang tidak terdapat dalam Kitab Allah adalah batil  tidak sah, meskipun ada seratus syarat. Ketetapan Allah lebih berhak untuk diikuti, dan syarat Allah lebih kuat untuk dipatuhi. Mengapa ada orang-orang di antara kalian yang berkata, Wahai Fulan, merdekakanlah budak itu, tetapi hak wala  menjadi milikku Padahal sesungguhnya hak wala hanyalah milik orang yang memerdekakan.( HR al- Bukhori No 2563 )

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan pentingnya membantu orang yang sedang berusaha memperoleh kebebasan, sebagaimana Aisyah binti Abu Bakar RA bersedia membantu Barirah melunasi pembayaran mukātabah agar ia dapat dimerdekakan. Hadis ini juga menegaskan bahwa hak walā' hanya menjadi milik orang yang memerdekakan budak. Hak tersebut tidak boleh dipindahkan kepada orang lain melalui syarat dalam jual beli atau perjanjian. Selain itu, hadis ini menjelaskan bahwa setiap syarat yang bertentangan dengan hukum Allah adalah batal dan tidak sah, meskipun disepakati oleh para pihak atau dibuat dalam jumlah yang banyak. Ketentuan Allah dan Rasulnya harus lebih diutamakan daripada kesepakatan manusia. Rasulullah SAW  juga memberikan teladan dalam menyelesaikan persoalan hukum dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui khutbah, sehingga kesalahan dapat diluruskan tanpa harus mempermalukan orang tertentu. Secara keseluruhan, hadis ini mengajarkan bahwa setiap akad dan perjanjian dalam Islam harus berlandaskan syariat, menjunjung keadilan, serta tidak boleh mengandung syarat yang bertentangan dengan hukum Allah.

Referensi

1.Sahih al-Bukhari, no. 2563 (menurut penomoran Muhammad Fuad Abdul Baqi).

Komentar 0