Hadis tentang Kebaikan yang Dibalas: Syukur Allah atas Amal Hamba
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي فَاشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَنَزَلَ بِئْرًا فَشَرِبَ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ ثُمَّ رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا قَالَ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ تَابَعَهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَالرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٢١٩٠)[1]
Terjemahan
Hadis ini dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan lalu dia merasakan kehausan yang sangat sehingga dia turun ke suatu sumur lalu minum dari air sumur tersebut, ketika dia keluar dia mendapatkan seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan, orang itu berkata: ‘Anjing ini sedang kehausan seperti yang aku alami tadi’, maka dia turun kembali ke dalam sumur lalu mengisi sepatunya dengan air dan sambil menggigit sepatunya dengan mulutnya dia naik ke atas lalu memberi anjing itu minum, kemudian dia bersyukur kepada Allah maka Allah mengampuninya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita akan mendapat pahala dengan berbuat baik kepada hewan?” Beliau menjawab: “Terhadap setiap makhluk bernyawa diberi pahala.” Hadits ini diikuti pula oleh Hammad bin Salamah dan Ar Rabi’ bin Muslim dari Muhammad bin Ziyad. (HR. Bukhari 2190).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa syukur kepada Allah SWT hendaknya diwujudkan melalui perbuatan baik dan kasih sayang kepada seluruh makhluk, termasuk hewan. Seorang laki-laki yang menolong seekor anjing yang kehausan menunjukkan kepedulian dan belas kasih tanpa mengharapkan imbalan. Atas keikhlasannya tersebut, Allah SWT menerima amalnya, mensyukurinya, dan memberikan ampunan kepadanya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat yang tulus akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berbuat ihsan kepada semua makhluk. Kasih sayang terhadap hewan merupakan bagian dari akhlak mulia yang bernilai ibadah dan mendatangkan pahala. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan setiap nikmat yang Allah SWT berikan untuk menolong sesama, menjaga lingkungan, serta memperlakukan seluruh makhluk hidup dengan penuh kasih sayang sebagai wujud syukur atas rahmat dan karunia-Nya.
Referensi
1. Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī, Shahih al-Bukhārī (Beirut: Dār al-Fikr, 2006), Juz 4, h. 167.

Komentar 0