40 HADIS SYUKUR

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur

Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur menyajikan kumpulan hadis pilihan mengenai syukur kepada Allah SWT. Aplikasi ini membantu pengguna memahami keutamaan, manfaat, dan cara menerapkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Tentang Penulis

M. Farhan Maulana

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYUKUR

Penyusun: M. Farhan Maulana

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Berterima Kasih Sesama Manusia Bukti Syukur kepada Allah SWT

Disusun oleh: M. Farhan Maulana (@Farhan) · Bagian dari 40 HADIS SYUKUR

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّه قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رَوَاهُ التِّرْمِذِيِّ:  ١٨٧٧)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “siapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.” Abu Isa berkata: Ini adalah hadits hasan shahih. (HR. Tirmidzi 1877).

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa rasa syukur kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui ucapan dan ibadah, tetapi juga melalui sikap menghargai kebaikan orang lain. Mengucapkan terima kasih kepada sesama merupakan bentuk akhlak mulia yang mencerminkan kesadaran bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT, meskipun sering kali disampaikan melalui perantara manusia. Seseorang yang terbiasa mengabaikan jasa dan kebaikan orang lain menunjukkan kurangnya kesempurnaan dalam mensyukuri nikmat Allah SWT. Oleh karena itu, Islam menganjurkan umatnya untuk membalas kebaikan dengan ucapan terima kasih, doa, atau perbuatan baik sesuai dengan kemampuan. Sikap tersebut akan mempererat hubungan antarsesama, menumbuhkan rasa saling menghargai, serta membentuk pribadi yang rendah hati dan penuh syukur kepada Allah SWT.

Referensi

1. Abū ‘Īsā Muḥammad bin ‘Īsā al-Tirmiżī, Sunan al-Tirmiżī (Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī, 1998), Juz 3, h. 398.




Komentar 0