40 HADIS SYUKUR

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur

Aplikasi 40 Hadis tentang Syukur menyajikan kumpulan hadis pilihan mengenai syukur kepada Allah SWT. Aplikasi ini membantu pengguna memahami keutamaan, manfaat, dan cara menerapkan sikap syukur dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.

Tentang Penulis

M. Farhan Maulana

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYUKUR

Penyusun: M. Farhan Maulana

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Mengungkapkan Nikmat Sebagai Bentuk Syukur

Disusun oleh: M. Farhan Maulana (@Farhan) · Bagian dari 40 HADIS SYUKUR

Hadis 

عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُبْلِيَ بَلَاءً فَذَكَرَهُ فَقَدْ شَكَرَهُ وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ. (رَوَاهُ أَبِي دَاوُدَ: ٤١٨٠)[1]

Terjemahan

Hadis ini dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Siapa yang diuji dengan suatu ujian lalu ia mengingatnya berarti ia telah bersyukur, namun jika ia menyembunyikannya berarti ia telah mengkufurinya.” (HR. Abu Daud 4180).

Isi kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa mengungkapkan nikmat atau karunia yang diberikan Allah SWT dengan cara yang baik merupakan salah satu bentuk syukur. Seseorang yang menyebut dan mengingat nikmat tersebut berarti ia mengakui bahwa semua kebaikan berasal dari Allah SWT, sedangkan menyembunyikan nikmat dengan mengingkarinya termasuk bentuk kufur nikmat. Ini adalah ajaran Islam yang menanamkan kesadaran untuk menghargai setiap karunia Allah SWT, menampakkannya secara wajar tanpa kesombongan, serta membiasakan diri bersyukur atas segala nikmat yang diterima.

Referensi

1. Abū Dāwud Sulaimān bin al-Asy‘ats al-Sijistānī, Sunan Abī Dāwud (Beirut: Dār al-Fikr, 1994), Juz 4, h. 354.

Komentar 0