Hadis tentang Bekal Utama Kehidupan Akhirat: Syukur, Dzikir, dan Istri Mukminah
Hadis
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ لَمَّا نَزَلَ فِي الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ مَا نَزَلَ قَالُوا فَأَيَّ الْمَالِ نَتَّخِذُ قَالَ عُمَرُ فَأَنَا أَعْلَمُ لَكُمْ ذَلِكَ فَأَوْضَعَ عَلَى بَعِيرِهِ فَأَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا فِي أَثَرِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَّ الْمَالِ نَتَّخِذُ فَقَالَ لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ. (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ: ١٨٤٦)[1]
Terjemahan
Hadis ini dari Tsauban, ia berkata: “Tatkala turun ayat yang berkaitan dengan masalah perak dan emas para sahabat bertanya: ‘Lantas harta apa yang kita ambil?’ Umar berkata: ‘Aku akan memberitahukan kepada kalian masalah itu,’ lalu Umar naik ke atas untanya dan menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara aku mengikuti di belakangnya, Umar bertanya: ‘Ya Rasulullah, harta apa yang boleh kita ambil?’ Beliau menjawab: ‘Hendaknya salah seorang dari kalian menjadikan hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir dan isteri mukminah yang menolong salah seorang dari kalian dalam urusan akhiratnya.’” (HR. Ibnu Majah 1846).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa harta terbaik bagi seorang muslim bukan hanya berupa kekayaan materi, tetapi juga berbagai nikmat yang mendukung keselamatan dan kebahagiaan di akhirat. Ketika para sahabat bertanya tentang harta yang paling baik untuk dimiliki, Rasulullah SAW mengarahkan mereka kepada tiga karunia yang jauh lebih berharga, yaitu hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang selalu berzikir kepada Allah SWT, dan pasangan yang beriman serta membantu dalam ketaatan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sejati seseorang tidak ditentukan oleh banyaknya harta yang dimiliki, melainkan oleh kualitas iman, syukur, dan amal salehnya. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa syukur merupakan kekayaan batin yang harus senantiasa dipelihara. Hati yang bersyukur akan melahirkan sikap qanaah, ketenangan jiwa, dan kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT. Sementara itu, lisan yang selalu berzikir akan menguatkan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya, dan pasangan yang saleh akan menjadi penolong dalam menjaga keimanan serta meningkatkan kualitas ibadah. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari harta benda, tetapi juga dari kemampuan menjaga syukur, memperbanyak zikir, dan membangun keluarga yang saling mendukung dalam meraih rida Allah SWT.
Referensi
1. Abū ‘Abdillāh Muḥammad bin Yazīd Ibn Mājah al-Qazwīnī, Sunan Ibn Mājah (Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998), Juz 1, h. 591.

Komentar 0