Hadis tentang Hijrah sebagai Keutamaan dalam Islam
Hadis
عَنِ الطُّفَيْلِ بْنِ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْلاَ الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنَ الأَنْصَارِ ». (رواه الترمذي: ٣٨٩٩)[١]
Terjemahan
Hadis dari al-Tufayl bin Ubayy bin Ka'b, berdasarkan riwayat dari ayahnya, yang berkata: Rasulullah SAW bersabda: "sekiranya bukan karena hijrah, aku pasti termasuk golongan Ansar”. (HR al-Tirmidzi: 3899)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada kaum Anshar, yaitu penduduk Madinah yang menyambut, melindungi, dan menolong kaum Muhajirin ketika mereka berhijrah dari Makkah. Melalui sabdanya, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa seandainya tidak ada ketentuan hijrah yang menjadikan beliau termasuk golongan Muhajirin, maka beliau akan memilih menjadi bagian dari kaum Anshar karena kemuliaan dan pengorbanan mereka. Hadis ini mengajarkan tentang pentingnya persaudaraan, solidaritas, dan sikap saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat. Kaum Anshar memberikan contoh nyata dengan menerima kaum Muhajirin sebagai saudara, berbagi tempat tinggal, harta, dan berbagai kebutuhan hidup tanpa mengharapkan balasan duniawi. Sikap tersebut menjadi teladan bagi umat Islam dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Selain itu, hadis ini menunjukkan penghargaan Islam terhadap orang-orang yang berjuang dan berkorban demi agama.
Referensi
- Abū ʿĪsā Muḥammad ibn ʿĪsā al-Tirmiżī, Sunan Tirmidzi. (Beirut: Dar al-Fikr, 1994). Juz 5, h. 712.

Komentar 0