Hadis
عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ, وَهَذَا حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ, قَالَ: أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ قَبْلَ الصَّلَاةِ مَرْوَانُ, فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ: الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ. فَقَالَ: قَدْ تُرِكَ مَا هُنَالِكَ. فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ: أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ, سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ, فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ, فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ, وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ ». (رواه مسلم: ٧٨)[١]
Terjemahan
Hadis dari Tariq ibn Shihab. Dan ini adalah hadits Abu Bakr, yang berkata: orang pertama yang memulai khutbah pada hari raya Idul Fitri sebelum salat adalah Marwan. Kemudian seorang pria berdiri kepadanya dan berkata: salat sebelum khutbah. Dia berkata: itu telah ditinggalkan. Abu Sa'id berkata: adapun ini, dia telah memenuhi kewajibannya. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "barang siapa di antara kalian melihat suatu kesalahan, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika ia tidak mampu melakukannya, maka dengan lidahnya; dan jika ia masih tidak mampu melakukannya, maka dengan hatinya, dan itulah iman yang paling lemah”. (HR Muslim78 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa pada masa mendatang akan muncul para pemimpin yang sebagian kebijakan dan perbuatannya ada yang sesuai dengan ajaran Islam, namun ada pula yang menyimpang dari nilai-nilai kebenaran. Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam agar memiliki sikap kritis dan mampu membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah. Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh menyetujui atau mendukung kemungkaran yang dilakukan oleh pemimpin. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang mengetahui kesalahan dan mengingkarinya akan terbebas dari dosa serta memperoleh keselamatan. Hal ini menunjukkan pentingnya amar ma'ruf dan nahi munkar sesuai dengan kemampuan dan cara yang dibenarkan oleh syariat. Selain itu, hadis ini memberikan peringatan agar umat Islam tidak bersikap pasif terhadap keburukan.
Referensi
- Al-Imam Muslim, Shahih Muslim, (Beirut: Dar Al-kutub Al-Ilmiyah, 2008). Cet. ke-3, Juz 1, h 69.
Komentar 0