Hadis tentang Hijrah Menuju Ketaatan
Hadis
أَنَّ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِىَّ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ جَاءَ يَعْبُدُ اللَّهَ وَلاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ وَيُؤْتِى الزَّكَاةَ وَيَجْتَنِبُ الْكَبَائِرَ كَانَ لَهُ الْجَنَّةُ ». فَسَأَلُوهُ عَنِ الْكَبَائِرِ فَقَالَ « الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَقَتْلُ النَّفْسِ الْمُسْلِمَةِ وَالْفِرَارُ يَوْمَ الزَّحْفِ ». (رواه النسائي: ٤٠٢٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Ayyub al-Ansari memberi tahu dia bahwa Rasulullah SAW bersabda: “barangsiapa datang beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, mendirikan salat, membayar zakat, dan menghindari dosa-dosa besar, maka ia akan mendapat surga.” mereka bertanya kepadanya tentang dosa-dosa besar, dan Rasulallah menjawab, “menyekutukan Allah, membunuh seorang muslim, dan melarikan diri dari medan perang”. (HR al-Nasa’i: 4026)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa jalan menuju surga dibangun di atas keimanan yang murni, pelaksanaan ibadah yang benar, dan menjauhi dosa-dosa besar. Seorang muslim tidak cukup hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga harus menjaga akidah, menghormati hak-hak sesama manusia, serta menjauhi perbuatan yang dapat mendatangkan murka Allah. Dengan melaksanakan ajaran tersebut secara konsisten, seseorang dapat berharap memperoleh rahmat, ampunan, dan surga yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Referensi
- Imam al-Hafiz Abi Abdurrahman Ahmad bin Syua’ib bin Ali Al-Khurasani An-Nasai, Sunan An-Nasai, Bab 12, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), h. 446.

Komentar 0