40 HADIS HIJRAH

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang, silakan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Habib Al Ruffi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HIJRAH

Penyusun: Habib Al Ruffi

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hijrah melalui Taubat Harian

Disusun oleh: Habib Al Ruffi (@habibal_ruffi) · Bagian dari 40 HADIS HIJRAH

Hadis

عَنْ أَبِى بُرْدَةَ قَالَ سَمِعْتُ الأَغَرَّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- يُحَدِّثُ ابْنَ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ ». (رواه مسلم: ٧٠٣٤)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Burdah, yang berkata: aku mendengar al-Aghar, yang merupakan salah satu sahabat Nabi SAW, meriwayatkan kepada Ibn Umar, yang berkata: Rasulullah bersabda: “wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku bertaubat kepadanya seratus kali sehari”. (HR Muslim: 7034)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini merupakan seruan langsung dari Rasulullah SAW kepada seluruh manusia agar senantiasa bertaubat kepada Allah SWT. Taubat merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan seorang hamba atas kelemahan serta kesalahannya di hadapan Allah. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk selalu memperbarui taubat dan memohon ampunan kepadanya. Hadis ini menunjukkan keteladanan Rasulullah SAW dalam beribadah. Meskipun beliau adalah seorang nabi yang diampuni dosa-dosanya oleh Allah, Rasulallah tetap bertaubat dan beristighfar hingga seratus kali dalam sehari. Hal ini mengajarkan bahwa semakin tinggi keimanan seseorang, semakin besar pula kesadaran dan kerendahan hatinya di hadapan Allah SWT. Selain itu, hadis ini mengandung pelajaran tentang pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. Dengan sering bertaubat, seseorang akan lebih peka terhadap kesalahan yang dilakukan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Referensi

  1. Al-Imam Muslim, Shahih Muslim, (Beirut: Dar Al-kutub Al-Ilmiyah, 2008). Cet. ke-3, Juz 8, h 72.

Komentar 0