40 HADIS ZINA

KTI

أهلاً وسهلاً

Aplikasi ini merupakan kumpulan hadis Nabi Muhammad SAW yang membahas berbagai aspek zina, mulai dari larangan mendekati zina, sebab-sebab yang mengantarkan kepadanya, dampak buruk yang ditimbulkan, hingga hukuman bagi pelakunya.

Foto Muhammad Rayhan Rabbani

Tentang Penulis

Muhammad Rayhan Rabbani

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS ZINA

Penyusun: Muhammad Rayhan Rabbani

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Pengaruh Zina terhadap Kesempurnaan Iman Seorang Muslim

Disusun oleh: Muhammad Rayhan Rabbani (@rayy_) · Bagian dari 40 HADIS ZINA

Hadis

حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ. (رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ: ٤٦٩٠)[١]

Terjemahan 

Hadis  dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang melakukan zina, kelua rlah iman darinya sehingga iman itu berada di atasnya seperti naungan. Apabila ia telah berhenti dari perbuatan tersebut, maka iman itu kembali kepadanya." (HR Abu Dawud: 4690)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa zina memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas keimanan seorang muslim. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa ketika seseorang melakukan zina, imannya seakan-akan keluar darinya dan berada di atasnya seperti naungan. Ungkapan ini menunjukkan bahwa pada saat melakukan perbuatan zina, kesempurnaan iman dan rasa takut kepada Allah melemah sehingga pelaku berani melakukan perbuatan yang diharamkan. Namun, apabila ia menghentikan perbuatannya, menyesali dosanya, dan kembali kepada Allah, maka imannya akan kembali. Hadis ini tidak berarti bahwa pelaku zina langsung keluar dari agama Islam atau menjadi kafir. Menurut pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang dimaksud adalah berkurangnya kesempurnaan iman ketika seseorang melakukan dosa besar, bukan hilangnya pokok keimanan selama ia masih meyakini keharaman zina dan tidak menyekutukan Allah. Oleh karena itu, hadis ini menjadi peringatan agar setiap muslim menjaga keimanan dengan menjauhi segala bentuk perzinaan dan sebab-sebab yang mengantarkannya. Hadis ini juga memberikan harapan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi pelaku zina yang dengan tulus meninggalkan dosanya, memohon ampun kepada Allah, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Referensi

  1. Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats As-Sijistani, Sunan Abī Dāwūd, Kitab As-Sunnah, Bab Ad-Dalīl 'alā Ziyādatil Īmān wa Nuqshānihi, no. 4690, juz 4, hlm. 222, tahqiq Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid (Beirut: Al-Maktabah Al-'Ashriyyah).

Komentar 0