Hadis tentang Sabar Pemberian Allah SWT Terbesar
Hadis
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِامْرَأَةٍ تَبْكِي عِنْدَ قَبْرٍفَقَالَ اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِي وَلَمْ تَعْرِفْهُ فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْ بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى (رواه البخاري: ١٢٠٣)[1]
Terjemhan
Hadis ini dari Anas bin Malik radhiallahu anhu ia berkata: nabi SAW’pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat kubur, lalu ia bersabda: bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Wanita itu berkata: pergilah dariku, karena engkau tidak tertimpa musibah sepertiku. Ia tidak mengenali beliau. Kemudian dikatakan kepadanya: sesungguhnya itu adalah Nabi SAW’Maka ia pun datang ke pintu Nabi SAW’ dan tidak menemukan penjaga di sana, lalu ia berkata: aku tidak mengenalimu.Maka ia bersabda: sesungguhnya sabar itu pada saat pertama kali tertimpa musibah. (HR al-Bukhari: 1203)
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan hakikat kesabaran yang sebenarnya dalam Islam. Rasulullah SAW’menegaskan bahwa sabar yang paling utama adalah saat pertama kali seseorang tertimpa musibah, yaitu ketika emosi masih memuncak dan hati masih terasa berat. Sikap wanita yang awalnya tidak sabar menunjukkan tabiat manusia yang mudah larut dalam kesedihan, namun ketika ia menyadari kesalahannya, ia datang untuk memperbaiki sikapnya. Hadis ini mengajarkan bahwa kesabaran sejati bukan hanya menahan diri setelah waktu berlalu, tetapi kemampuan mengendalikan diri sejak awal ujian.
Referensi
- Muhammad ibn Ismail al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, Kitab al-Jana'iz, Bāb al-Ṣabru 'inda al-Ṣadmat al-ula, no. 1283.

Komentar 0