Hadis tentang kesabaran Meringankan Beban
Hadis
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ: {إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ}، شَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ حِينَ فُرِضَ عَلَيْهِمْ أَنْ لَا يَفِرَّ وَاحِدٌ مِنْ عَشَرَةٍ، فَجَاءَ التَّخْفِيفُ، فَقَالَ: {الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا، فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ}، قَالَ: فَلَمَّا خَفَّفَ اللَّهُ عَنْهُمْ مِنَ الْعِدَّةِ نَقَصَ مِنَ الصَّبْرِ بِقَدْرِ مَا خُفِّفَ عَنْهُمْ (رواه البخاري: ٤٢٨٦)[1]
Terjemahan
hadis ini, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Ketika turun ayat, “Jika ada di antara kalian dua puluh orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang,” hal itu terasa berat bagi kaum Muslimin ketika diwajibkan atas mereka bahwa satu orang tidak boleh lari dari sepuluh orang. Kemudian datang keringanan, maka Allah berfirman, “Sekarang Allah telah meringankan kalian dan Dia mengetahui bahwa pada kalian ada kelemahan; maka jika di antara kalian ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang.” Ia berkata: Maka ketika Allah meringankan bagi mereka dalam hal jumlah (yang harus dihadapi), berkurang pula tingkat kesabaran itu sesuai dengan kadar keringanan yang diberikan kepada mereka. (HR Al-Bukhari: 4286)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan peristiwa Baiat Ridwan yang dilakukan oleh para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW di bawah sebuah pohon pada saat Perjanjian Hudaibiyah. Baiat tersebut menjadi bukti kesetiaan dan ketaatan para sahabat kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi ancaman dan tekanan dari kaum Quraisy. Namun, baiat itu bukanlah janji untuk mencari kematian, melainkan janji untuk tetap sabar, teguh, dan tidak meninggalkan perjuangan di jalan Allah.Isi kandungan hadis ini menunjukkan bahwa kesabaran merupakan salah satu dasar utama dalam perjuangan Islam. Para sahabat dibaiat agar tetap kuat menghadapi rasa takut, tekanan, dan berbagai kesulitan yang mungkin terjadi. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya keteguhan hati dan loyalitas dalam mempertahankan agama serta menaati Rasulullah SAW.Hadis ini juga menjelaskan bahwa hilangnya pohon tempat baiat tersebut merupakan bentuk rahmat dari Allah SWT. Hikmahnya agar manusia tidak berlebihan mengagungkan tempat tersebut hingga menimbulkan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran tauhid. Islam mengajarkan bahwa yang harus dijaga dan diteladani bukanlah bendanya, melainkan nilai keimanan, pengorbanan, dan kesabaran yang terkandung dalam peristiwa tersebut.Selain itu, hadis ini memberikan pelajaran bahwa seorang muslim harus bersabar dalam menjalankan perintah Allah dan menghadapi ujian kehidupan. Kesabaran dibutuhkan dalam mempertahankan kebenaran, melaksanakan amanah, dan menghadapi berbagai tantangan hidup.
Referensi
- al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, Bab Nazala: {Al-ana khaffafa Allahu 'ankum wa 'alima anna fikum da'fan}, Hadis No. 4286.

Komentar 0