40 HADIS SABAR

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Sabar

Silakan Telusuri Aplikasi 40 Hadis Sabar.

Tentang Penulis

Darwin Lubis

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SABAR

Penyusun: Darwin Lubis

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Sabar dalam Keserhanaan Hidup

Disusun oleh: Darwin Lubis (@darwinlubis123) · Bagian dari 40 HADIS SABAR

Hadis

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَغْبَطَ أَوْلِيَائِي عِنْدِي لَمُؤْمِنٌ خَفِيفُ الْحَاذِ ذُو حَظٍّ مِنْ الصَّلَاةِ أَحْسَنَ عِبَادَةَ رَبِّهِ وَأَطَاعَهُ فِي السِّرِّ وَكَانَ غَامِضًا فِي النَّاسِ لَا يُشَارُ إِلَيْهِ بِالْأَصَابِعِ وَكَانَ رِزْقُهُ كَفَافًا فَصَبَرَ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ نَقَرَ بِيَدِهِ فَقَالَ عُجِّلَتْ مَنِيَّتُهُ قَلَّتْ بَوَاكِيهِ قَلَّ تُرَاثُهُ (رواه الترمذي: ٢٢٦٩)[1]

Terjemahan

Hadis ini, dari Abu Umamah, dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda sesungguhnya orang yang paling beruntung di antara wali-wali  di sisiku adalah seorang mukmin yang ringan keadaannya, memiliki bagian dari salat, memperbagus ibadahnya kepada Tuhannya, taat kepada-Nya secara sembunyi-sembunyi, dan tidak dikenal di tengah manusia, tidak ditunjuk dengan jari. Rezekinya sekadar cukup, lalu ia bersabar atas hal itu.”Kemudian beliau mengetukkan tangannya seraya bersabda: ajalnya disegerakan, sedikit orang yang menangisinya, dan sedikit pula harta peninggalannya. (HR At-Tirmidzi:  2269) 

Isi Kandungan Hadis 

Hadis ini menjelaskan tentang ciri-ciri hamba Allah yang dicintai dan beruntung di sisi-Nya, yaitu seorang mukmin yang hidup sederhana, ikhlas dalam ibadah, dan tidak mencari popularitas di tengah manusia. Kebahagiaan sejati menurut hadis ini bukan terletak pada banyaknya harta, kedudukan, atau ketenaran, tetapi pada ketakwaan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah.bahwa seorang mukmin yang utama adalah orang yang menjaga salatnya dengan baik, memperindah ibadahnya, dan tetap taat kepada Allah meskipun tidak dilihat atau dipuji orang lain. Ia beribadah dengan ikhlas, baik ketika sendiri maupun di hadapan manusia. Hal ini mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam amal dan menjauhi sifat riya’.Hadis ini juga menggambarkan kehidupan seorang mukmin yang qana‘ah, yaitu merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah. Meskipun hartanya sedikit, ia tetap bersabar dan tidak berlebihan dalam mengejar dunia. Sikap seperti ini menunjukkan ketenangan hati dan keyakinan bahwa rezeki yang halal dan cukup lebih baik daripada kekayaan yang melalaikan.Selain itu, hadis ini mengandung pelajaran tentang rendah hati dan tidak mengejar ketenaran. Orang saleh yang disebutkan dalam hadis hidup sederhana dan tidak dikenal banyak orang, tetapi justru memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Sedikitnya orang yang menangisinya dan sedikit harta peninggalannya menunjukkan bahwa ia tidak hidup untuk kemegahan dunia, melainkan untuk akhirat.Hadis ini juga mengajarkan bahwa kemuliaan seorang mukmin diukur dari amal dan ketakwaannya, bukan dari popularitas atau banyaknya harta. Kehidupan sederhana yang dipenuhi ibadah dan kesabaran merupakan jalan menuju keberuntungan di sisi Allah SWT.

Referensi

  1. Muḥammad ibn 'Isa al-Tirmizdi, Sunan al-Tirmizdi, ed. Basyyar 'Awwad Ma'ruf (Beirut: Dar al-Gharb al-Islamī, 1998), Kitab al-Zuhd, Bab MaJā'a fī al-Kafaf wa al-Ṣabr 'Alayh, no. 2347.


Komentar 0