Hadis tentang Sabar dalam Menghadapi Fitnah
Hadis
عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا(رواه أبي داوود ٣٧١٩)[1]
Terjemahan
Hadis ini, dari Al-Miqdad bin Al-Aswad, ia berkata: demi Allah, sungguh aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari berbagai fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari berbagai fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari berbagai fitnah. Dan sungguh, orang yang diuji lalu ia bersabar, maka alangkah baiknya ia. (HR. Abi Dawud: 3719)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang sikap sabar Rasulullah SAW ketika menghadapi ucapan yang menyakitkan dan tuduhan yang tidak benar dari sebagian orang setelah pembagian harta pada Perang Hunain. Seorang laki-laki dari kaum Anshar menuduh bahwa pembagian tersebut tidak dilakukan karena mencari ridha Allah. Mendengar ucapan itu, Rasulullah SAW merasa sedih dan wajah beliau berubah, namun beliau tidak membalas dengan kemarahan yang berlebihan. Sebaliknya, beliau mencontohkan kesabaran Nabi Musa عليه السلام yang pernah disakiti oleh kaumnya dengan gangguan yang lebih berat, tetapi tetap sabar menghadapi mereka. Hadis ini menunjukkan bahwa para nabi adalah teladan dalam menghadapi celaan, hinaan, dan perlakuan buruk manusia. Selain itu, hadis ini juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan, tidak mudah menuduh, serta berbaik sangka terhadap pemimpin yang adil dan amanah. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan perkataan manusia merupakan akhlak mulia yang harus diteladani oleh setiap Muslim.
Referensi
- Abu Dawud Sulaymān ibn al-Ashʿath al-Sijistanī, Sunan Abi Dawud, Kitāb al-Fitan wa al-Malaḥim, Bab al-Nahy ʿan Tasyaffī al-Fitan, hadis no. 4263

Komentar 0