40 HADIS SABAR

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Sabar

Silakan Telusuri Aplikasi 40 Hadis Sabar.

Tentang Penulis

Darwin Lubis

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SABAR

Penyusun: Darwin Lubis

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hari-hari kesabaran

Disusun oleh: Darwin Lubis (@darwinlubis123) · Bagian dari 40 HADIS SABAR

Hadis 

عَنْ عُتْبَةَ بْنِ أَبِى حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِى عَمْرُو بْنُ جَارِيَةَ اللَّخْمِىُّ حَدَّثَنِى أَبُو أُمَيَّةَ الشَّعْبَانِىُّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِىَّ فَقُلْتُ يَا أَبَا ثَعْلَبَةَ كَيْفَ تَقُولُ فِى هَذِهِ الآيَةِ (عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ) قَالَ أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا سَأَلْتُ عَنْهَا رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « بَلِ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِى رَأْىٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ - يَعْنِى بِنَفْسِكَ - وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلاً يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ ».وَزَادَنِى غَيْرُهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ  (رواه أبي داود: ٤٣٤٣)[1]

Terjemahan

hadis ini, dari ‘Utbah bin Abi Hakim, ia berkata: Amru bin Jariyah al-Lakhmi telah menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu Umayyah asy-Sya‘bani telah menceritakan kepadaku, ia berkata:Aku bertanya kepada Abu Tsa‘labah al-Khusyani, “Wahai Abu Tsa‘labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat ini: ‘Jagalah dirimu sendiri’?”Ia menjawab, “Demi Allah, sungguh engkau telah bertanya kepada orang yang mengetahui. Aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW, lalu ia  bersabda:‘Tetaplah kalian menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah dari yang munkar, hingga apabila engkau melihat sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dunia yang diutamakan, dan setiap orang kagum dengan pendapatnya sendiri, maka jagalah dirimu sendiri yakni perhatikan dirimu dan tinggalkan urusan orang banyak. Karena sesungguhnya di hadapan kalian akan datang hari-hari kesabaran; bersabar pada masa itu seperti menggenggam bara api. Bagi orang yang beramal pada masa itu, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala lima puluh orang yang melakukan amalan seperti amalannya.’”Dalam riwayat lain ditambahkan: para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, pahala lima puluh dari mereka?”Beliau menjawab, “Pahala lima puluh dari kalian.(HR  Abi Dawud: 4343)

Isi Kandungan Hadis 

Hadis ini menjelaskan pentingnya tetap berpegang teguh pada ajaran Islam di tengah rusaknya keadaan manusia dan banyaknya fitnah di akhir zaman.Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk terus menjalankan amar ma‘ruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Namun, ketika manusia lebih mengikuti hawa nafsu, mencintai dunia secara berlebihan, bersikap kikir, dan merasa paling benar dengan pendapatnya sendiri, maka seorang mukmin diperintahkan untuk lebih menjaga dirinya agar tetap berada di jalan yang benar.Isi kandungan hadis ini menunjukkan bahwa akan datang masa yang penuh ujian dan kesulitan bagi orang-orang yang berpegang teguh pada agama. Pada masa tersebut, mempertahankan keimanan dan ketaatan diibaratkan seperti menggenggam bara api karena begitu beratnya cobaan dan tekanan yang dihadapi. Hal ini menggambarkan bahwa istiqamah di tengah kerusakan moral dan fitnah memerlukan kesabaran, keteguhan hati, dan keimanan yang kuat.Hadis ini juga mengandung kabar gembira bagi orang-orang yang tetap taat kepada Allah di masa sulit. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang mampu beramal saleh dan bersabar pada masa penuh fitnah akan mendapatkan pahala yang sangat besar, bahkan seperti pahala lima puluh sahabat. Hal ini bukan karena mereka lebih mulia dari para sahabat, tetapi karena beratnya tantangan dalam mempertahankan agama pada masa tersebut.Selain itu, hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus bijaksana dalam berdakwah dan menjaga diri. Ketika kondisi masyarakat sudah dipenuhi kerusakan dan sulit menerima nasihat, seorang mukmin tetap harus menjaga keimanan, memperbaiki dirinya, dan tetap istiqamah dalam ibadah. Kesabaran dalam menghadapi fitnah zaman menjadi salah satu amalan terbesar yang mendatangkan pahala dan pertolongan dari Allah SWT.

Referensi

  1. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, ed. Muhammad Muhyi al-Din 'Abd al-Hamid (Beirut: al-Maktabah al-'Asriyyah, t.t.), Kitab al-Malahim, Bab al-Amr wa al-Nahy, no. 4341.

Komentar 0