Hadis tentang Ridho atas kesabaran
Hadis
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ (رواه ابن ماجه ٤٠٢١)[1]
Terjemahan
hadis ini,dari Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda:“Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Maka siapa yang ridha, baginya keridhaan; dan siapa yang murka, baginya kemurkaan. (HR Ibn Majah 4021)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa besarnya pahala yang diberikan Allah kepada seorang hamba sebanding dengan besar ujian yang ia hadapi. Semakin berat ujian yang diterima seorang mukmin lalu ia mampu bersabar dan tetap taat kepada Allah, maka semakin besar pula pahala dan kedudukan yang akan diberikan kepadanya. Hal ini menunjukkan bahwa musibah dan kesulitan bukan semata-mata bentuk hukuman, tetapi bisa menjadi jalan memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT.Isi kandungan hadis ini juga menerangkan bahwa ujian merupakan tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah menguji orang-orang yang dicintai-Nya agar dosa mereka dihapus, iman mereka diperkuat, dan derajat mereka diangkat. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya tidak berprasangka buruk kepada Allah ketika mendapatkan cobaan, karena bisa jadi ujian tersebut merupakan tanda perhatian dan cinta Allah kepadanya.Hadis ini mengajarkan pentingnya sikap ridha terhadap ketentuan Allah. Ridha berarti menerima keputusan Allah dengan hati lapang, tetap beriman, dan tidak menyalahkan takdir-Nya. Orang yang ridha atas ujian yang diberikan Allah akan mendapatkan keridhaan Allah, yaitu rahmat, pahala, dan pertolongan-Nya. Sebaliknya, orang yang marah dan tidak menerima ketentuan Allah akan memperoleh kemurkaan-Nya karena sikap tersebut menunjukkan lemahnya keimanan dan kurangnya tawakal.Selain itu, hadis ini memberi pelajaran bahwa kehidupan dunia memang penuh dengan ujian. Ujian bisa berupa sakit, kehilangan, kesulitan ekonomi, maupun masalah lainnya. Seorang mukmin diperintahkan untuk menghadapi semuanya dengan sabar, ridha, dan tetap mendekatkan diri kepada Allah, karena di balik setiap ujian terdapat hikmah dan pahala yang besar.
Referensi
- Muhammad ibn 'Isa al-Tirmidhi, Sunan al-Tirmidhi, ed. Bashshar 'Awwad Ma'ruf (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1998), Kitab al-Zuhd, Bab Ma Ja'a fi al-Sabr 'ala al-Bala', no. 2396.

Komentar 0