Hadis tentang Sabar sebagai Benteng dari Kemarahan
Hadis
حَدَّثَنِي أَبُو أُمَيَّةَ الشَّعْبَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ، فَقُلْتُ: يَا أَبَا ثَعْلَبَةَ، كَيْفَ تَقُولُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: {عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ}؟ قَالَ: أَمَا وَاللَّهِ لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْهَا خَبِيرًا، سَأَلْتُ عَنْهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: بَلِ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا، وَهَوًى مُتَّبَعًا، وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً، وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ، فَعَلَيْكَ يَعْنِي بِنَفْسِكَ، وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَّ، فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ، الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ، لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ.وَزَادَنِي غَيْرُهُ، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ؟ قَالَ: أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ (رواه أبي داوود ٣٧٧٨)[1]
Terjemahan
Abu Umayyah asy-Sya‘bani menceritakan kepadaku Abu Umayyah asy-Sya‘bani, ia berkata: Aku bertanya kepada Abu Tsa‘labah al-Khushani, lalu aku berkata: “Wahai Abu Tsa‘labah, bagaimana pendapatmu tentang ayat ini: ‘Wajib atas kalian menjaga diri kalian’?” Ia menjawab: “Demi Allah, sungguh engkau telah bertanya kepada orang yang mengetahuinya. Aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda: ‘Tetaplah kalian melakukan amar ma‘ruf dan nahi munkar, hingga apabila engkau melihat sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dunia yang lebih diutamakan, dan setiap orang yang berpendapat merasa bangga dengan pendapatnya, maka hendaklah engkau menjaga dirimu sendiri dan tinggalkan orang awam. Karena sesungguhnya di hadapan kalian ada hari-hari kesabaran; bersabar pada masa itu seperti menggenggam bara api. Bagi orang yang beramal pada masa itu akan mendapatkan pahala seperti pahala lima puluh orang yang melakukan amal seperti amalnya.’”Dan dalam riwayat lain ditambahkan: ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah pahala lima puluh dari mereka?” Beliau menjawab: “Pahala lima puluh dari kalian. (HR Abi Dawud: 3778)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan pentingnya menjaga keimanan dan keteguhan hati di tengah rusaknya keadaan manusia dan banyaknya fitnah pada akhir zaman. Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk tetap melaksanakan amar ma‘ruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Namun ketika manusia sudah lebih mengikuti hawa nafsu, mencintai dunia secara berlebihan, bersifat kikir, dan merasa paling benar dengan pendapatnya sendiri, maka seorang mukmin diperintahkan untuk lebih menjaga dirinya agar tetap istiqamah dalam agama.Isi kandungan hadis ini menunjukkan bahwa akan datang masa yang penuh ujian bagi orang-orang beriman. Pada masa itu, mempertahankan agama dan menjalankan ketaatan terasa sangat berat hingga diibaratkan seperti menggenggam bara api. Perumpamaan ini menggambarkan betapa besarnya tekanan, cobaan, dan kesulitan yang dihadapi oleh orang yang tetap berpegang teguh pada ajaran Islam di tengah kerusakan moral dan banyaknya penyimpangan.Hadis ini juga mengandung kabar gembira bagi orang-orang yang tetap sabar dan istiqamah dalam beramal saleh di masa penuh fitnah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mereka akan memperoleh pahala seperti pahala lima puluh sahabat. Hal ini menunjukkan besarnya nilai kesabaran dan keteguhan iman ketika seseorang tetap taat kepada Allah di tengah sulitnya mempertahankan agama.Selain itu, hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus bijaksana dalam menghadapi kondisi masyarakat. Ketika nasihat sudah tidak lagi dihiraukan dan manusia tenggelam dalam hawa nafsu, seorang mukmin harus lebih fokus memperbaiki dirinya, menjaga ibadahnya, dan tetap berpegang pada ajaran Islam. Kesabaran dalam menjaga iman dan amal di masa fitnah merupakan salah satu amalan yang paling mulia di sisi Allah SWT.
Referensi
- Abu Dawud Sulayman ibn al-Ash'ath al-Sijistani, Sunan Abi Dawud, ed. Muhammad Muhyi al-Din 'Abd al-Hamid (Beirut: al-Maktabah al-'Asriyyah, t.t.), Kitab al-Malahim, Bab al-Amr wa al-Nahy, no. 4341.

Komentar 0