Hadis tentang Kesabaran dalam Menjalani Takdir Allah SWT
Hadis
عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ(رواه مسلم: ٥٣١٨)[1]
Terjemahan
Hadis ini dari Shuhaib R.A,berkata: Nabi Muhammad SAW’bersabda, sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya. (HR Muslim: 5318)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang keistimewaan seorang mukmin yang seluruh keadaan hidupnya mengandung kebaikan. Ketika memperoleh nikmat, kebahagiaan, rezeki, dan kemudahan hidup, seorang mukmin akan bersyukur kepada Allah sehingga nikmat tersebut menjadi sebab bertambahnya pahala dan keberkahan baginya. Sebaliknya, apabila ia ditimpa musibah, kesedihan, atau kesulitan hidup, ia tetap bersabar dan ridha terhadap ketentuan Allah sehingga ujian tersebut juga menjadi kebaikan baginya. Hadis ini menunjukkan bahwa iman menjadikan seseorang mampu menghadapi segala keadaan dengan sikap yang benar, tidak sombong ketika senang dan tidak berputus asa ketika susah. Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa syukur dan sabar merupakan dua sifat utama yang mencerminkan kesempurnaan iman seorang Muslim.
Referensi
- Muslim ibn al-Ḥajjāj al-Naysaburi, Sahih Muslim, Kitab al-Zuhd wa al-Raqaʾiq, Bab al-Muʾmin Amruhu Kulluhu Khayr, hadis no. 2999

Komentar 0